laman

Minggu, 18 Mei 2014

Melihat Festival Rujak Uleg se Kota Surabaya

        Hari Jumat pagi, saya harus bergegas ke Kantor Kecamatan Sukolilo untuk menemui Lurah Semolowaru yang sekarang menjadi Sekretaris Camat Sukolilo yaitu Bapak Sumali, SH,. MM guna menandatangani berbagai surat - surat Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang ditujukan ke Dinas Pertanian Kota Surabaya dan instansi pemerintah yang lain. Disaat bertemu, beliau memberitahukan bahwa Kelurahan Semolowaru akan mengikuti Lomba Rujak Uleg untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya yang ke 721 di Kya - Kya Kembang Jepun pada Minggu siang. Saya langsung menjanjikan akan datang bersama ibu - ibu Kelompok Tani Elok Mekar Sari untuk memberikan dukungan sepenuhnya pada penampilan tim Kelurahan Semolowaru di lomba nanti, setelah itu saya langsung pamit karena harus ke Kelurahan Semolowaru untuk minta stempel yang dibubuhkan disebelah tanda tangan Lurah Semolowaru.
         Minggu siang, kami berempat segera meluncur ke lokasi lomba rujak uleg diadakan, suasana sudah rame dan riuh dengan suara musik yang membahana, sementara para peserta disibukkan menata perlengkapan rujak cingurnya sambil terus berjoged oplosan tanpa merasakan panasnya sengatan matahari di musim kemarau ini. Sedangkan tim juri sudah mulai memberikan penilaian awal dari stan ke stan yang lain. Terlihat stannya Kelurahan Semolowaru ternyata masih kosong dan belum ada aktifitas apapun alias sepi mamring, hanya terwakili 2 botol air mineral yang diletakkan panitia diatas meja. Saya sempat heran dan bingung, untuk event sebesar dan seheboh ini tidak disiapkan tim untuk menyiapkan segala sesuatu dilapangan agar tidak terjadi kekosongan stan yang sangat mungkin akan mempengaruhi penilaian para juri.
          Tak berapa lama rombongan dari Kelurahan Semolowaru datang dengan mengusung kostum hantu yang dapat dilihat dengan adanya keranda jenazah, pocong, suster ngesot, tuyul, gendruwo juga vampire sang penghisap darah. Saat berjoged mengikuti lagu yang dialunkan, merekapun langsung beraksi melakukan adegan drama saat vampire akan menghisap darah seorang putri. Sebuah pemandangan yang menyeramkan sekaligus mengundang tawa karena banyak adegan lucu yang disuguhkan mereka. Lurah Semolowaru yaitu Bapak Sumali, selalu menebar senyum melihat aksi tim rujak uleg Kelurahan Semolowaru, sedangkan Camat Sukolilo yaitu Bu Kanti Budiarti tak berhenti menyalami para peserta beserta pendukungnya dari tiap kelurahan di Kecamatan Sukolilo. Penampilan tim Kelurahan Semolowaru yang unik, banyak mengundang fotografer, wartawan, pengunjung yang ingin berfoto dengan tokoh - tokoh sesuai pilihannya bahkan ada yang dari mancanegara. Semua larut dalam suasana pesta rakyat yang meriah walaupun udara panas dan sinar matahari sangat menyengat tapi tidak menyurutkan kehebohan acara ini, semua terus berjoged sambil menggoyangkan uleg - ulegnya di atas cobek, setelah racikan rujak ulegnya jadi segera ditempatkan dipincuk yaitu piring yang terbuat dari daun pisang sehingga rasa rujak ulegnya makin sedep dan mantep. Lebih serunya lagi, isi rujak uleg yang terdiri dari buah, sayur, tahu, tempe, cambah ditambah cingur kemudian dicampur sambel kacang dan petis, dimakan rame - rame menambah suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
           Acara ini dihadiri oleh Walikota Surabaya tercinta yaitu Bu Tri Rismaharini, beliau dielu - elukan semua peserta dan pengunjung acara akbar ini saat beliau berkeliling mengunjungi tiap - tiap stan. Walaupun tidak masuk 50 besar pilihan dewan juri tapi tim rujak uleg Kelurahan Semolowaru tetap berbesar hati dan optimis tahun depan bisa berkarya lebih baik lagi.

Bu Meita Irene Wowor ( Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kota Surabaya ) Ketika Beraksi

Kamis, 15 Mei 2014

Pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari

        Pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari kali ini pembahasannya terasa berat dan padat karena ada  evaluasi tentang kinerja dan kebijakan yang telah diputuskan pada rapat intern kelompok yang akan dikupas satu persatu, mana yang sudah dilaksanakan dan mana yang belum serta bagaimana tetap menjaga kekompakan kelompok, juga materi dan informasi yang akan disampaikan oleh  Bu Nani Sri Hestuti, A.Pi ( Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan di 9 Kecamatan ), Mbak Diah ( PPTK Kementrian Kelautan dan Perikanan ) dan PPL Kecamatan Sukolilo yaitu Mas Andri Ruswahono, A. MD, semuanya mempunyai materi yang penting dan berbobot yang akan disampaikan kepada kami, kami juga kedatangan tamu dari Kenjeran yang ingin sekali melihat dan ikut pertemuan kelompok tani disini.
       Sebelum para tamu datang, kami mulai mengadakan diskusi ringan yang membahas berbagai kegiatan yang telah diikuti serta pencapaian dan evaluasinya. Sebagai pembuka, saya hanya mengingatkan kembali tentang hasil rapat intern beberapa waktu yang lalu bahwa regu piket tugasnya merawat seluruh budidaya yang dimiliki oleh Kelompok Tani Elok Mekar Sari dengan tujuan agar semua anggota kelompok bisa lebih mengenal dan memahami budidaya yang dikelola Kelompok Tani Elok Mekar Sari dan bisa menjelaskan bila ada yang bertanya seputar budidaya yang kami kerjakan. Kemudian Acara Gelar Produk Pertanian dan Perikanan yang telah dilaksanakan di Taman Surya, kami telah mencatat sate jamur sebagai produk unggulan terbaru yang begitu sukses mencuri perhatian pengunjung juga banyak meraup untung karena dalam waktu singkat seluruh sate jamur habis terjual dan pada acara ini, kami mulai menjadi kelompok tani yang mandiri karena semua perlengkapan acara kami bawa sendiri, mulai tenda, meja, kursi dan rombong bakso rumput laut. Untuk pengerjaan paving akhirnya sudah terwujud dari hasil swadaya anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari sehingga membuat lahan belakang Balai RW 08 semakin terlihat bersih dan lapang. Yang terakhir saya menginformasikan tentang rencana penambahan budidaya baru yaitu Budidaya Cacing yang akan dibimbing oleh PPL Kecamatan Sukolilo. Media budidaya ini akan memanfaatkan baglog jamur di kumbung jamur kami yang sudah tidak produktif dan bibit cacingnya akan dibantu oleh PPL kami dan sebagai penanggung jawab budidaya cacing terpilih dengan suara bulat yaitu Bu Sonya Meri Lilo dan Bu Elsye karena semua yakin mereka sanggup merawat dengan baik budidayanya yang perawatannya akan dibantu regu piket. Sebagai penanggung jawab budidaya cacing, Bu Sonya dan Bu Elsye diharapkan bisa kerja kelompok dan dapat berbagi tugas dengan anggota yang lain serta mengesampingkan rasa individualisnya karena budidaya ini dibiayai oleh Kas Kelompok Tani Elok Mekar Sari.
       Materi yang disampaikan PPL Kecamatan Sukolilo yaitu Mas Andri pada pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari adalah Budidaya Cacing dengan memanfaatkan baglog jamur yang sudah tidak produktif. Baglog tersebut bisa diambil dari kumbung jamur milik Kelompok Tani Elok Mekar Sari sedangkan indukan cacingnya diperoleh dari Dinas Pertanian Kota Surabaya. Ada 3 kotak besar yang sudah disiapkan untuk budidaya cacing. Sedangkan lokasi pemeliharaan cacing sudah terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung atau berlebihan yaitu tempatnya jadi satu dengan Budidaya Jangkrik. Kelembaban media yang optimal sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing. Pengontrolan kondisi media dilakukan secara teratur bila cacing terus memakan media maka perlu penambahan media baru yang ditambahkan diatas media lama. Pemberian pakan dilakukan minimal 3 kali sehari yang berupa makanan yang lunak sebanyak berat cacing. Untuk mengetahui media cacing sudah baik untuk ditebar cacing dengan melakukan sampel yaitu cacing dimasukkan pada media, bila cacing masuk ke dalam media berarti medianya sudah baik dan bila cacing sudah dimasukkan media tapi mencoba naik lagi ke permukaan, tandanya kotak pemeliharaannya kurang nyaman karena kurang kelembaban, kurang ventilasi atau ada zat pencemar.
       Cacing yang akan kami budidayakan adalah jenis Lumbricus rubellus yang memiliki keunggulan dibanding jenis cacing yang lain karena mempunyai produktifitas tinggi ( penambahan berat badan, produksi telur / anakan dan produksi bekas cacing " kascing " serta tidak banyak bergerak. Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan dan bahan obat. Setelah berumur 3 bulan cacing siap dipanen, caranya anakan saja yang dipanen yaitu cacing yang berada diatas sedangkan indukannya yang berada dibawah dibiarkan atau tidak diambil.
        Setelah Mas Andri selesai memberikan materi kemudian Bu Nani memberikan materi tambahan seputar pengelolaan budidaya milik Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang memang harus dikerjakan dan dirawat oleh anggota kelompok tani serta anggota berhak mengetahui cara merawat masing - masing budidaya tersebut. Sedangkan Mbak Diah menjelaskan tentang bantuan BLM - PUMP ( Bantuan Langsung Masyarakat - Pengembangan Usaha Mina Pedesaan ) dari Kementrian Kelautan dan Perikanan yang akan diberikan pada Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan berupa uang namun harus dibelanjakan alat - alat untuk produksi olahan ikan. Dari proposal yang sudah diajukan semua kelompok tani dari 31 kecamatan se Surabaya, akhirnya yang lolos ada 4 kelompok tani, salah satunya Kelompok Tani Elok Mekar Sari dari Kecamatan Sukolilo yang mempunyai sub kelompok yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan yang beranggotakan 7 orang pengolah dan pemasar hasil perikanan. Produk unggulan kami yang dipilih dan dinyatakan pantas mendapat bantuan tersebut adalah Tahu Bakso Ikan, buatan Bu Sonya Meri Lilo yang memang sudah mengalami pemasaran yang pesat bahkan sudah masuk ke PT Hino, Sidoarjo.
        Sebagai penghujung acara, kami diingatkan kembali oleh Bu Nani Sri Hestuti, A. Pi agar terus berinovasi membuat olahan dan yang terpenting selalu menjaga kekompakan kelompok. Dalam pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari hari ini, kami mendapat kejutan dengan kehadiran Bu Eko Supra yang sudah pindah ke Ngadiluwih, Kediri dan masih menyempatkan dirinya untuk menghadiri acara ini. Kami begitu merindukan sosok beliau untuk berada di tengah - tengah kami, dan tak ingin melepaskannya.

                                           Bu Eko Supra Datang Dari Ngadiluwih, Kediri





Minggu, 11 Mei 2014

Pasang Paving Hasil Swadaya Anggota

       Musim penghujan yang berkepanjangan seperti saat ini membuat rasa ketar - ketir ketika ada kegiatan di Kelompok Tani Elok Mekar Sari seperti ketika ada pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang diadakan rutin setiap bulan dengan dibimbing oleh Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukolilo yaitu Bapak Andri Ruswahono, A. MD, bisa - bisa kegiatan terganggu karena turun hujan sehingga tanah menjadi becek dan banyak genangan air. Lahan di belakang Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru sebagai tempat berbagai budidaya Kelompok Tani Elok Mekar Sari, kondisi tanahnya lebih rendah daripada tanah sekelilingnya yang bentuknya seperti kantong juga tidak ada saluran pembuangan air untuk keluar dari lahan sehingga bila hujan turun airnya mudah tergenang dan membuat pertemuan kelompok tani tidak nyaman.
        Dan ketika Bu Sugiarto, salah satu anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari menawarkan bantuan paving seluas 3 x 3 meter, langsung kami sambut antusias dan penuh semangat. Segera dilakukan rencana pemavingan, mulai cara pengangkutan paving dari rumah Bu Sugiarto sampai ke lahan belakang Balai RW 08, tukang yang akan mengerjakan, hari pengerjaan dan yang paling penting dari mana sumber dananya. Akhirnya disepakati sumber dana dari swadaya anggota, dengan iuran minimal Rp 20.000,-  dan pekerjaan ini harus selesai dalam waktu sehari serta pengerjaannya dipilih pada hari minggu karena tukang yang dipakai, pada hari biasa sudah bekerja pada orang lain sehingga bisanya hanya pada hari minggu saja sedangkan penanggung jawab pengerjaan paving ini adalah saya sebagai Ketua Kelompok Tani Elok Mekar Sari.
        Sabtu malam, paving mulai diangkut dengan pikep dan untuk mengirit biaya, pekerja yang mengangkat dan memindahkan paving adalah ibu -ibu mulai dari depan rumah Bu Sugiarto sampai di Balai RW 08 sedangkan sopirnya adalah Pak Sugiarto. Untuk mengirit pembelian pasir guna menguruk tanah sebelum atasnya ditata paving, kami mengambil gragal halus di RW 06 yaitu RW tetangga dengan RW kami. Kami melakukan pekerjaan berat tersebut dengan gembira dan canda tawa apalagi kami harus naik di bak belakang pikep membuat suasana tambah gaduh dan heboh sepanjang jalan yang dilalui. Akhirnya tugas awal selesai sudah dan siap menyambut tugas selanjutnya, keesokan harinya.
        Minggu pagi, mulai pemavingan yang dikerjakan oleh 2 tukang dan tanpa banyak bicara langsung bergerak mengangkat dan menguruk lahan dengan pasir 2 pikep kemudian diratakan, setelah itu dipasang paving yang ketinggian dan luas yang akan dikerjakan, sudah diukur dengan tali nilon yang dibentangkan dari ujung sampai ujung. Setelah paving tertata semua, baru dilakukan penguncian bagian pinggirannya paving dengan adonan luluh atau semen dan pasir. Sebagai akhir dari pemavingan adalah pemberian pasir halus diatas paving yang baru selesai dipasang dan diratakan dengan sapu lidi agar pasir tadi masuk dan menutup sela - sela paving. Jam 16.00 WIB pekerjaan semua sudah selesai dan tinggal membersihkan dan membereskan alat - alat yang tadi digunakan. Semua makanan dan minuman untuk tukang yang mengerjakan paving diperoleh dari sumbangan anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari.
         Halaman Belakang Balai RW 08 sekarang terlihat bersih, indah dan tertata rapi serta terlihat sangat lapang. Kami semakin betah berlama - lama menikmati suasana yang teduh dan asri apalagi sambil mendengarkan suara jangkrik yang bersahutan, sanggup melepas penat setelah mengerjakan tugas piket berbudidaya. Kami percaya bahwa semua akan indah pada waktunya. 

                                                 Kondisi Lahan Sebelum Dipasang Paving
                                                 Mengangkut Paving ke Balai RW 08
                                                       Mengambil Gragal dari RW 06
Hasil Pemavingan


Senin, 05 Mei 2014

Evaluasi Acara Gelar Produk Pertanian & Perikanan

      Kali ini yang mengikuti kegiatan evaluasi dan pembahasan tindak lanjut kegiatan " Aku Cinta Produk Pertanian dan Perikanan " Kota Surabaya di Dinas Pertanian Kota adalah Bu Rini Ariyanti dan Mbak Ely Amalia. Walaupun semenjak pagi, Surabaya diguyur hujan deras namun tak menyurutkan langkah mereka menuju Dinas Pertanian Kota Surabaya sambil membawa beberapa produk hasil olahan anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari, yaitu tahu bakso buatan Bu Sonya Meri Lilo, peyek bayam dan peyek jangkriknya Bu Andamarie dan peyek kacang yang sudah terkenal kerenyahannya milik Bu Subur. Sudah menjadi kebiasaan bila ada yang berangkat mengikuti pelatihan dimanapun akan membawa dan memasarkan produk Kelompok Tani Elok Mekar Sari. Cara tersebut ternyata cukup efektif untuk mengenalkan produk kami dan bisa menambah penghasilan bagi anggota serta kaspun ikut terisi.
      Sebagai pembicara pada acara kali ini adalah Bapak Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya yaitu Bapak Drs. Sigit Sugiharsono, M. Si yang didampingi oleh Kepala Bidang Pertanian, Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan dan Kepala Bidang Peternakan karena mengingat pentingnya acara hari ini maka semua hadir. Dalam sambutannya Bapak Kepala Dinas menyampaikan terima kasih kepada semua pihak karena acara gelar produk pertanian dan perikanan kemarin berjalan sukses dengan omzet penjualan dari para peserta yang lumayan tinggi apalagi bisa dihadiri oleh Walikota Surabaya tercinta yaitu Bu Tri Rismaharini yang meninjau stan peserta satu persatu sambil beramah tamah khas beliau yang selalu penuh kehangatan dan keakraban sehingga bisa membuat kami terus bersemangat dan merasa dekat dengan beliau. Ketika beliau berada didepan stan Kelompok Tani Elok Mekar Sari, beliau berkata pada saya bahwa saat beliau ada acara di ITS beliau menyarankan kepada pejual sego jamur disitu untuk membeli jamur di kelompok tani semolowaru yaitu ditempat kami dan saya langsung mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada beliau atas begitu besarnya perhatian beliau pada kami dan saya tak pernah menyangka bahwa beliau sangat perhatian sekali pada budidaya yang kami kerjakan padahal beliau hanya melihat dari dokumentasi dan hasil budidaya kami saat pameran saja. Kami tak pernah berhenti berharap suatu ketika Bu Risma akan datang dan melihat berbagai budidaya yang kami kerjakan di Kelompok Tani Elok Mekar Sari.
      Sedangkan berbagai masukan dari peserta evaluasi dan pembahasan gelar produk pertanian dan perikanan adalah waktu pelaksanaan yang singkat sehingga peserta merasa kurang maksimal mengenalkan dan menawarkan produknya pada pengunjung. Akhirnya Bapak Kepala Dinas akan segera menindak lanjuti usulan peserta dengan rencana mengadakan pasar tani lagi, baik yang bertempat di Dinas Pertanian Kota Surabaya atau bisa ditempat lain yang strategis sehingga bisa membantu binaan Dinas Pertanian Kota Surabaya untuk menjual produknya.