laman

Jumat, 31 Mei 2013

Selamat Datang Bapak H. Damanhuri, CHCM ( P2MKP )

        Hari Selasa tanggal 14 Mei 2013, Kelompok Tani Elok Mekar Sari kedatangan tamu penting dari P2MKP ( Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan Dan Perikanan ) UD. Mawas Surabaya yang dipimpin oleh Bapak Damanhuri, CHCM. Beliau didampingi oleh istrinya yaitu Ibu Hj. Titik Purbawati dan salah satu pegawainya yaitu Bapak Slamet. Seminggu sebelumnya sudah ada pemberitahuan dari ibu-ibu yang dahulu pernah ikut Pelatihan Pengolahan Rumput Laut tanggal 19-22 Maret 2012 di rumah Bapak Damanhuri, JL, Manukan Wasono VI / 4  Surabaya bahwa Bapak Damanhuri dan rombongan akan datang ke rumah-rumah peserta pelatihan terdahulu untuk melihat dari dekat produk yang telah dihasilkan oleh peserta didiknya beserta proses produksinya. Saat itu yang dikirim mewakili Kelompok Tani Elok Mekar Sari adalah Ibu Eko Supadmi, Ibu Mukhtamaroh, Ibu Ermien Setyawati, Ibu Tri Mulyani. Mereka mendapatkan pelajaran teori yaitu Pemahaman Diversifikasi Pengolahan Rumput Laut, Pemahaman Rumput Laut sebagai Bahan Baku Industri, Teknopreuner, Pemasaran dan materi prakteknya adalah membuat manisan rumput laut, dodol rumput laut, jelly rumput laut dan membuat minuman rumput laut. Setelah pelatihan rumput laut berakhir, mereka semua berusaha mencoba membuat makanan dan minuman yang terbuat dari rumput laut sendiri seperti yang sudah didapat dari pelatihan. Akhirnya mereka berhasil memproduksi makanan dan minuman rumput laut sesuai dengan pilihannya dan kebisaannya, misalnya : Bu Eko Supadmi membuat dodol rumput laut, Bu Muktamaroh membuat manisan rumput laut, Bu Ermien Setyawati membuat minuman rumput laut dan Bu Tri Mulyani membuat bakso rumput laut. Sekarang produk yang mereka buat, sudah dipasarkan kemana-mana, terutama bila ada bazaar dan pameran yang mengharuskan kami berpatisipasi untuk menggelar produk andalan. 
     Rombongan Bapak Damanhuri pertama kali mengunjungi rumah Bu Tri Mulyani, beliau melihat Bu Tri membuat bakso rumput laut dari awal sampai siap penyajian. Saya sebagai ketua kelompok tani elok mekar sari, menyambut dengan antusias kedatangan beliau di Semolowaru Elok, karena saya akan bertemu pertama kalinya dengan seseorang yang namanya sudah saya tahu sejak awal berdirinya poktan elok mekar sari, dimana setiap saya mengikuti pelatihan baik yang diadakan oleh Dinas Pertanian Kota Surabaya ataupun Tingkat Jawa Timur, nama beliau pasti disebut oleh para narasumber atau dicari alamat pelatihannya oleh para peserta pelatihan karena beliau merupakan pakar di bidang pengolahan rumput laut. Saya dibuat terheran-heran saat pertemuan pertama dengan beliau, orangnya sangat sederhana dan tidak jaga image saat berkenalan dengan saya, malah beliau sangat terbuka sekali dan menawari anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari untuk ikut pelatihan pengolahan rumput laut berikutnya. Ketika saya iseng-iseng meminta 12 orang peserta dari sini, beliau langsung menyetujuinya. Woowww, terima kasih banyak, pak !!!!!  Sehingga semakin banyak anggota poktan yang bisa mengenal dan mengolah rumput laut. Di rumah Bu Tri Mulyani, kami bisa mencicipi semangkok bakso rumput laut yang baru dibuat sendiri. Sungguh enak, kenyal dan lezat rasanya. Bu tri juga menjual bakso rumput laut yang sudah dikemas dalam kantong plastik yang disimpan di freezer.

     Kunjungan kedua, menuju rumah Bu Ermien Setyawati untuk melihat pembuatan minuman rumput laut yang segar dan bergizi tinggi.
     Bu Ermien dengan cekatan langsung mempraktekkan pembuatan minuman rumput laut. Ibu-ibu semakin banyak yang berdatangan untuk melihat dan memberikan dukungan kepada temannya yang lagi beraksi. Suasanapun tambah riuh dan heboh dengan gurauan ibu-ibu. Bapak dan Ibu Damanhuri begitu terkesan dengan kekompakan kami.







    Kunjungan keempat atau kunjungan terakhir Bapak Damanhuri ke Semolowaru Elok yaitu ke rumah Bu Eko Supadmi. Disini akan dipraktekkan cara membuat dodol rumput laut dan menunjukkan yang sudah dikemas. Dimulai dari persiapan bahan, pengolahan, sampai pendinginan. Bu Eko sudah menyiapkan adonan dodol rumput laut yang sudah dilepas dari  loyangnya karena sudah dingin. Sehingga dia bisa langsung mempraktekkan cara mengiris dodol rumput laut seperti yang pernah diajarkan oleh Bu Damanhuri. Sambil menunggu Bu Eko menyelesaikan pekerjaannya, kami semua menikmati makan siang.
   Setelah semua selesai, Bapak Damanhuri berpamitan untuk pulang sambil mengingatkan kepada kami untuk bersiap mengikuti Pelatihan Pengolahan Rumput Laut di tempatnya, minggu depan. Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan beliau ke Kelompok Tani Elok Mekar Sari, tak lupa kami bawakan buah tangan hasil buatan Bu Eko Supra yaitu minuman sinom dan risolles rumput laut.

Sepulangnya rombongan Bapak Damanhuri, kami masih ada tugas lagi yaitu ditunggu Bu Rasiyo dan rombongan ibu-ibu Dharma Wanita Propinsi Jawa Timur beserta murid-murid SMK, di kediaman Bapak Rasiyo dengan membawa jamur tiram hasil kumbung Poktan Elok Mekar Sari. Dengan tergesa-gesa kami langsung menuju kumbung jamur dan memanennya. Setelah ditimbang dan dikemas kami berangkat beriringan naik sepeda motor sambil berkejar-kejaran karena sudah lewat dari waktu yang dijanjikan. Rombongan kami sempat membikin suasana berbeda, banyak warga yang bertanya-tanya karena kami pakai kaos seragam dan naik sepeda motor beriringan serta agak ngebut, saya di depan, bicaranya terdengar keras dan lantang karena memandu rute menuju rumah Bu Rasiyo. Tapi setelah kami jelaskan mereka langsung bilang, huebatt ibu-ibu disini. Sekarang sudah jam 15.00 WIB, padahal janjian dengan Kelurahan Semolowaru untuk bertemu dengan Bu Rasiyo jam 14.00 WIB, untunglah semua menyadari alasan keterlambatan kami dikarenakan kami juga kedatangan tamu. Walaupun rombongan tamu Bu Rasiyo sudah pulang, dan hanya tinggal Bu Rasiyo dan rombongan murid-murid SMK tapi suasana sangat ramai dan semarak. Banyak pertanyaan dari para guru dan murid SMK kepada kami, tentang Kelompok Tani Elok Mekar Sari dan Budidaya Jamur Tiram, serta mereka berniat untuk belajar langsung di tempat kami. Jamur tiram yang kami bawa langsung ludes diborong Bu Rasiyo. Beliau juga tertarik membeli album photo yang berisi semua dokumentasi tentang Budidaya Jamur Tiram Kelompok Tani Elok Mekar Sari. Akhirnya, lelah seharian seakan lunas terbayarkan karena semua acara hari ini berjalan lancar dan sukses.



Sabtu, 18 Mei 2013

Kerja, Kerja, Kerja !!!

   Ibu-ibu anggota kelompok tani elok mekar sari terkenal sangat unggul di lapangan, apalagi kebanyakan kami berasal dari desa, jadi bekerja keras dan mengolah tanah bukan hal yang baru. Ide dan rencana-rencana terus mengalir tinggal mewujudkannya yang masih perlu waktu dan biaya. Kami tidak bisa melihat barang berserakan tidak terurus, apalagi bila ada bibit tanaman yang dibiarkan mati kekeringan. Saya akan segera mencari jalan keluar agar anggota poktan bersemangat tinggi lagi, untuk peduli dan membenahi lingkungan lagi. Seperti sebelumnya, saya mengundang mahasiswa universitas airlangga ketika ada program kkn di kelurahan semolowaru untuk ikut membantu bekerja di lahan kelompok tani elok mekar sari. Dengan kedatangan mahasiswa kkn unair, sanggup menyegarkan suasana kerja di kelompok tani, kami menyadari kadang-kadang rutinitas di lapangan memang terasa menjemukan dan membosankan. untuk itulah saya mengajak mahasiswa kkn unair untuk membantu atau lebih tepatnya menyemangati kami yang lagi jenuh atau malasnya mulai muncul. Sebelum malasnya berlarut-larut, harus segera di bangunkan kembali sehingga ritme kerja di poktan tidak kacau lagi atau sak karepe dewe, semua dikerjakan serba asal-asalan saja tentu saja hasil yang  diperoleh tidak maksimal dan jauh dari harapan.
   Saya sendiri sebagai ketua poktan elok mekar sari, kadang-kadang merasa jenuh, bosan, dan malas untuk bekerja di kelompok tani, tapi saya berusaha untuk menyemangati diri saya sendiri dan anggota bahwa kita harus terus maju, sesuai motto kelompok tani kami yaitu maju bersama poktan elok mekar sari.Dengan bergabungnya kkn dari universitas airlangga di poktan kami, semua menjadi giat kembali, mulai mengolah tanah dan pemupukan, bertanam sawi, membuat saluran air di sekitar bedengan, memindahkan tanah pupuk dalam karung plastik dan bibit tanaman hias yang masih di polibag, rame-rame ditanam kami tanam di pot-pot. Seharian kami melakukan pekerjaan tersebut, keringat, kaki dan tangan yang tergores ranting serta serpihan kaca hampir tiada terasa, semua terkalahkan oleh semangat yang membara di dada. Saya melihat sendiri bagaimana ibu-ibu anggota poktan begitu gagah perkasa mengangkat karung-karung pupuk dan tanah yang bungkusnya sudah robek dan hancur kemudian tanahnya dimasukkan ke karung plastik dulu, baru diangkut ke belakang Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru sedangkan bibit tanaman yang menumpuk tak teruruspun diangkut untuk ditanam di pot-pot. Kami bahu-membahu bekerja sama antara ibu-ibu anggota poktan dengan mahasiswa kkn unair, sampai semua pot sudah ditanami semua. Ada sekitar 50 pot yang berhasil kami tanami dengan sisa-sisa tenaga yang tersimpan. Banyak pengorbanan yang telah kami lakukan, bagi ibu-ibu, jelas waktunya tersita seharian, kulit legam tersengat matahari yang terik, tenaga sangat terkuras apalagi banyak anggota poktan yang sudah berumur diatas 50 tahun jelas sangat kelelahan, kuku-kuku yang biasa terawat banyak yang patah dan hitam-hitam, muka warnanya merah seperti udang rebus, rambut baunya sangit kena terik mentari, malamnya banyak yang tidak bisa tidur nyenyak karena badan pegal-pegal semua dan bu retno sampai harus ke dokter karena nyeri hebat di pergelangan tangannya. Yang dialami para mahasiswa lebih parah lagi, telapak tangannya banyak yang melepuh, badan pegal-pegal bahkan ada yang langsung pulang kampung untuk pijat, para mahasiswi kulitnya sampai hitam kemerah-merahan, semua sebetulnya sudah tidak kuat tapi sungkan melihat ibuk-ibuknya masih bekerja, padahal kitapun akan istirahat juga tidak enak, melihat mereka masih bersemangat. Akhirnya dengan susah payah, pekerjaan pun terselesaikan. Pot-pot sudah tertata rapi dan tumbuh dengan suburnya, karena kami juga rajin merawatnya setiap hari dengan tanaman kesayangan masing-masing misal, kesayangan saya, saya taruh berjajar di bawah pohon asam. Walaupun banyak yang bilang tanaman pucuk merah kesayangan saya, jelek tetapi saya tidak peduli, malah sebaliknya saya tertantang untuk lebih merawatnya dan memperhatikannya. Jadi begitu tau dan melihat tanaman tersebut tidak ada ditempatnya alias hilang, saya mencarinya kesana-kesini sambil ngomel-ngomel tak ketinggalan menyumpahi orang yang berani mengambil tanpa sepengetahuan saya. Betapa teganya orang tersebut seperti tidak mempunyai hati dan jelas tidak merasakan pengorbanan yang telah kami lakukan, apalagi melihat kondisi para mahasiswa kkn unair saat itu. Sangat tidak berperasaan dan melukai hati kami yang telah bekerja keras untuk memperbaiki  dan membenahi lingkungan. Setelah peristiwa tersebut, saya merasa semangat saya untuk mengurus tanaman-tanaman di lahan kelompok tani sudah mulai terjun bebas alias ngedrop habis. Rasa kecewa, putus asa, menyesal karena tidak bisa menjaga tanaman milik poktan dengan baik selalu mengganggu pikiran saya setiap hari, bila dibiarkan, lama kelamaan bisa merusak dan mengacaukan kinerja Poktan Elok Mekar Sari, soalnya penggerak di poktan ada di saya selaku ketua. Kalau saya sudah tidak bersemangat bagaiman dengan anggota poktan yang lain ?  Tetapi bagaimanapun cobaannya, saya berusaha bangkit dan terus menyemangati diri sendiri, serta percaya bahwa Allah Maha Segalanya. Bagi yang berpendapat bahwa masalah kehilangan pot-pot itu, dianggap masalah kecil dan tidak perlu dipermasalahkan, saya merasa kalau orang yang berpendapat tersebut ikut merasakan beratnya bekerja bakti di Kelompok Tani Elok Mekar Sari saat itu, pasti orang tersebut tidak akan melontarkan pendapat seperti itu. Untuk itulah mari kita selalu rajin mengikuti kerja bakti di Poktan Elok Mekar Sari, biar kita bisa merasakan dan belajar menghargai jerih payah orang lain !!!!!  
   

Selasa, 07 Mei 2013

Sosialisasi Urban Farming 2013 !

   Tanpa terasa, hari ini saya harus berangkat ke Dinas Pertanian Kota Surabaya, untuk mengikuti pelatihan urban farming 2013. Dengan semangat juang yang tinggi akhirnya saya sampai ke Jl Pagesangan II / 56 Surabaya, tepat jam 08.00 WIB sesuai dengan jadwal pelatihan hari ini. Pelatihan hari ini merupakan pelatihan sosialisasi urban farming 2013 gelombang yang terakhir. Sekarang hari selasa tanggal 7 mei 2013 yang mengikuti pelatihan giliran Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Gubeng, Kecamatan Tambaksari, dan Kecamatan Sukolilo. Dari Kelurahan Semolowaru ada saya, Bu Wayan serta didampingi oleh fasilitator lingkungan kelurahan semolowaru yaitu Bu Suhartini. Sebelum menuju ruangan tempat dilaksanakannya pelatihan, saya bertemu Bu Nanik ( PPL pertama Poktan Elok Mekar Sari ) saya banyak cerita tentang perkembangan terbaru dari kelompok tani elok mekar sari. Karena para narasumber sudah mulai hadir, maka saya mohon ijin kepada Bu Nanik untuk segera mengikuti pelatihan.
   Narasumber acara hari ini adalah Bapak Bagas ( Kasi Tanaman Pangan dan Hortikultura ), Bapak Mujiono ( Petani Desa Bangkingan Kecamatan Lakarsantri ), Bapak Ketut Suharto ( Koordinator Penanganan Penyakit Tanaman ).
1. Materi dari Bapak Bagas
Ukuran keberhasilan dari program urban farming adalah dilihat dari hasil panennya, sudah didistribusikan sampai masyarakat, pelaksanaannya berkelanjutan, adanya perubahan signifikan yang bermanfaat ( ekonomi ). Bantuan urban farming 2013 rencananya adalah untuk kelompok diantaranya bibit kacang panjang 24 batang, bibit TOGA ( Tanaman obat keluarga ) 24 batang, bambu ( untuk anjang-anjang  kacang panjang) 96 batang, pupuk kandang 120 kg, pot plastik 24 buah,, media tanam 120 kantong.
Sedangkan untuk perkeluarga mendapatkan benih kangkung lokal 1500 gr,  bayam merah 1000 gr, kedelai 1000 gr, cabe 250 gr,  polybag 4000 gr, pupuk cair 2 liter. Dropping bantuan akan dilakukan mulai bulan ini, sampai paling lambat sebelum puasa sudah terkirim semua.
2. Materi dari Bapak Mujiono
Tentang cara budidaya kacang panjang yang benar yaitu kacang panjang bisa tumbuh pesat di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia. Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau / awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai. Langkah selanjutnya adalah membuat bedengan yang tergantung lahan, diperhatikan jarak lubang tanam dan jarak tanam, lahan tanam digemburkan lebih dahulu agar pertumbuhan akar baik, benih dimasukkan lubang tanam sebanyak 2-3 biji kemudian lubang ditutup tanah tipis-tipis setelah 3-5 hari benih akan tumbuh. untuk pemupukan diberikan saat pengolahan tanah yaitu 7 hari sebelum tanam. Pemeliharaannya perlu diberi rambatan dari bambu untuk tumbuh sulur cabang-cabangnya. Penyiraman dilakukan setiap hari, apabila daun terlalu rimbun segera lakukan pemangkasan agar tidak menghambat pertumbuhan bunga. Penyiangan juga harus dilakukan dengan cara mencabut rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman kacang panjang. Setelah berumur 50-60 hari setelah tanam, bisa dilakukan panen pertama selama sekitar 4 bulan. Untuk mempertahankan kesegaran kacang panjang hasil panen sebaiknya diletakkan di tempat teduh.
3. Materi dari Bapak Ketut Suharto
Fasilitator Lingkungan seharusnya bisa menjadi contoh, keteladanan, motivator, inovator, provokator untuk menggerakkan masyarakat peduli pada lingkungan sekitar. Tujuan dilakukan penghijauan adalah : halaman menjadi hijau,hasilnya bisa diambil setiap hari,terciptanya kebersamaan, terjadinya perubahan pola hidup. Apabila tanaman di pot terkena penyakit, maka yang kita lakukan adalah membuang tanaman tersebut sedangkan media tanamnya dijemur dan dicampur dengan tanah yang baru, bisa ditanami beberapa hari lagi. Bila ada tanaman yang tidak sehat atau layu, jangan diberi pupuk.
4. Sesi tanya jawab
Saya dari kelompok tani elok mekar sari menanyakan kepada Bapak Mujiono tentang gunanya plastik yang dipasang di atas bedengan. Jawabannya adalah kandungan airnya menjadi pas, mencegah serangga karena efek plastik yang terkena sinar matahari akan mengkilap dan memantulkan cahaya ke tanaman sehingga serangga menyangka bahwa itu adalah predator. Serangga yang menyerang tanaman kacang panjang adalah walang sangit yang takut pada sinar yang terang. Serangga kalau dilihat sekilas pada tanaman kacang panjang tidak terlihat, karena serangga ada dibalik daun, gulma tidak akan tumbuh karena plastik yang didalam panas, mencegah akar keluar karena virus bisa masuk lewat akar, bisa dipakai sebagai jarak tanam dengan cara dilobangi untuk tempat benih ditanam ( cara melobanginya bisa belajar dan melihat langsung di daerah Bangkingan, tempat Bapak Mujiono ).  Plastik tersebut bisa digunakan 2 sampai 3 kali.