laman

Selasa, 27 Agustus 2013

Labu Putih Nan Memikat Hati

     Tak terasa sudah dua bulan lamanya kami tidak mengadakan pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang biasa diadakan rutin setiap bulannya. Hal ini dikarenakan pada Bulan Juni kami banyak disibukkan mengikuti berbagai lomba dan bazaar juga Bu Nani Sri Hestuti, A. Pi sebagai PPL ( Penyuluh Pertanian Lapangan ) baru bertugas kembali di Kecamatan Sukolilo, setelah sebelumnya menjadi PPL di Kecamatan Jambangan sehingga banyak yang harus disiapkan oleh beliau ditempat yang baru. Sedangkan pada Bulan Juli karena bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ditiadakan pertemuan kelompok tani. Sehingga baru Bulan Agustus ini diadakan pertemuan kelompok tani sekaligus menggelar acara Halal Bihalal karena masih dalam Bulan Syawal.
     Rindu hati sudah tiada tertahan, bila teringat ada tawa, canda, gurauan yang biasa menghiasi setiap pertemuan, rasanya sudah lama sekali kami tidak bersua padahal terakhir bersama saat Kelompok Tani Elok Mekar Sari menggelar bazaar Ramadan didepan masjid Al Quddus. Mungkin karena terlalu dekatnya hubungan kami, dan selalu bersama saat merasakan suka dan duka apalagi bila saya melihat foto - foto kegiatan yang telah kami ikuti, saya selalu merindukan saat - saat bersama dan merasa sangat kehilangan cerita bila sehari saja tidak bertemu dengan salah satu dari kami. Merekalah yang membuat saya kuat menghadapi segala tekanan dengan penuh percaya diri karena saya sadar betul tidak semua orang suka sama saya tapi itu tidak masalah bagi saya yang penting akan saya tunjukkan kesungguhan dan kinerja saya.
      Pagi ini, pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari diadakan di belakang Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru yang bernuansa alam pedesaan karena ada rumah jamur, kolam ikan dari terpal, tanaman sayuran yang ada dilahan sempit maupun di pot - pot yang letaknya di sekitar tanaman produktif sehingga sangat meneduhkan ditambah angin yang berhembus sepoi - sepoi basah, membuat kami ' betah ' berlama - lama duduk - duduk disitu sambil membayangkan desa kami masing - masing yang selalu kami rindukan. Kami duduk melingkar dibawah tenda hijau milik Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang kemarin sore baru kami dirikan bersama dengan segala suka cita. Setelah kehadiran Bu Nani, acarapun segera saya buka dengan ucapan pertama bahwa saya sebagai ketua kelompok tani elok mekar sari dan juga mewakili seluruh pengurus kelompok tani elok mekar sari, mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1 Syawal 1434 H, mohon maaf lahir dan batin semoga kita kembali Fitri. Sedangkan Bu Nani menginformasikan rencana adanya kunjungan tamu dari anggota dewan dan kelompok tani Barata serta persiapan adanya pameran di Keputih tanggal 28 sampai 30 September 2013. Beliau menyarankan kepada kami untuk bersiap mulai sekarang mengenai segala sesuatu yang akan ditampilkan nanti. Kebetulan hari ini kami juga akan mengenalkan pembeli jamur tiram langganan kami, kepada Bu Nani, namanya Mas Danu. Dia mengetahui segala sesuatu tentang kelompok tani kami dari media internet, termasuk berita tentang perkembangan budidaya jamur tiram milik kelompok tani elok mekar sari. Kehadiran Mas Danu sangat membantu sekali pemasaran jamur tiram kami yang diawal - awal panen kami harus bekerja keras mencari pembeli, sekarang pembeli yang datang mengambil jamur tiramnya. Pada usaha budidaya jamur tiram, salah satu hal yang paling menakutkan adalah saat pemasarannya karena banyak yang tidak melanjutkan usahanya karena gagal di penjualan hasil panennya. Karena kita harus siap panen setiap hari dan tidak bisa ditunda memanennya dan memasarkannya, harus saat itu juga. Bila jamur siap panen ditunda atau terlambat memanennya, warna jamur akan kuning dan busuk sedangkan kalau terlalu lama disimpan di lemari es, jamur akan berair dan cepat busuk sehingga kita akan mengalami kerugian. Untuk itulah pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada KKN Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya Tahun 2013 di Kelurahan Semolowaru yang telah mengenalkan internet dan mengajarkan anggota kelompok tani elok mekar sari untuk membuat blog di media internet. Adanya blog kami, ternyata sangat membantu sekali dalam mengenalkan dan memasarkan produk yang dihasilkan oleh kelompok tani kami sehingga nama Kelompok Tani Elok Mekar Sari semakin banyak dikenal dan dicari orang.
     Selesai acara dilanjutkan menikmati hidangan makan siang yaitu sayur asem, lalapan, sambal pencit, lele dan gurami goreng, tahu goreng dan es ' gansu ' ( es degan palsu ) segar. Ketika semua sudah selesai menyantap makan siang, dilanjutkan acara santai dan bebas. Ada yang memanen jamur tiram yang akan langsung dibawa Mas Danu, sedangkan saya dan ibu - ibu yang lain langsung bergegas menuju tanaman labu putih kesayangan dan kebanggaan kami, selain buahnya banyak juga kondisinya sangat menakjubkan dengan tampilan buahnya yang memanjang dan bergelantungan terlihat sangat elok serta eksotik sekali. Apalagi hari ini Bu Nani yang akan memanennya untuk yang pertama kali, ibu - ibu sangat bersuka ria menikmati acara memetik labu putih dari hasil kebun sendiri. Labu putih tersebut akhirnya dibeli Bu Djajad untuk dimasak sayur lodeh yang akan dinikmati saat kami ngumpul bersama dan ketika ada kegiatan merenovasi kolam terpal kami yang kondisi terpalnya ada bagian yang bocor. Uang hasil penjualan labu putih tersebut langsung masuk ke kas Kelompok Tani Elok Mekar Sari. Rasanya kami sudah tak sabar menunggu saat mencicipi hasil olahan dari labu putih organik bikinan Mami Djajad yang top markotob abiiiss. 
Dokumentasi saat mendirikan tenda milik Kelompok Tani Elok Mekar Sari untuk acara pertemuan besok pagi :

Suasana hangat dan penuh keakraban di pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari


Ketika panen labu putih tiba




    Saat panen jamur tiba


Sabtu, 24 Agustus 2013

Ketika Sebuah Acara Telah Usai

     Malam ini, udara terasa dingin disertai angin yang berhembus semriwing, serasa membuai dan mengajak kita segera menuju ke tempat peraduan. Matapun seolah sulit terbuka, setelah seharian disibukkan mengerjakan tugas - tugas di Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang sempat tertunda seminggu lebih, sekarang harus dimulai lagi. Tetapi karena ada undangan Halal Bihalal dari Kelurahan Semolowaru maka kamipun harus berangkat dan tidak ada alasan apapun yang bisa mengurungkan niat kami kesana. Bagaimanapun Kelurahan Semolowaru sangat berjasa sekali mengantarkan Kelompok Tani Elok Mekar Sari bisa meraih pencapaian seperti sekarang ini. Dukungan semangat, pemikiran dan dana sangat meringankan langkah kami untuk terus berjuang membesarkan nama Kelompok Tani Elok Mekar Sari. Terima kasih untuk Kelurahan Semolowaru, tercinta !
     Sudah terlihat sebagian ibu - ibu Kelompok Tani Elok Mekar Sari sudah bersiap - siap berangkat, kami  naik sepeda motor berjalan beriringan untuk menghadiri acara Halal Bihalal di Kelurahan Semolowaru. Acara ini, rutin diadakan setahun sekali, yang dihadiri Ketua RW, Ketua RT, PKK, Polsek, Guru sekolah sekitar Kelurahan Semolowaru, Posyandu, PAUD, UKM, Tokoh Masyarakat, Pasukan Kuning, Petugas Keamanan, Kelompok Tani, dan masih banyak lagi tamu yang diundang. Acara yang diadakan di halaman kantor Kelurahan Semolowaru terlihat sederhana tetapi terasa hangat dan kekeluargaan sekali. Ada hamparan terpal biru untuk kami bersimpuh bersama, disitu kami bisa berbaur dan menyatu antara pejabat daerah dengan rakyatnya, tanpa adanya dinding pembatas diantara kami. Di pintu gerbang Kelurahan terlihat Bapak Sumali, SH ( Lurah Semolowaru ) dengan ramah menyambut dan menyalami setiap tamu yang datang sambil mempersilakan duduk.
     Mengingat hari sudah semakin larut dan tamu undangan juga sudah memenuhi halaman Kelurahan Semolowaru, acarapun mulai dibuka. Setelah diawali dengan pembacaan Ayat - Ayat Suci Al Qur'an, dilanjutkan dengan sambutan Bapak Lurah Semolowaru sebagai tuan rumah acara Halal Bihalal, intinya Beliau menghimbau kepada warga untuk segera mengurus E-KTP mengingat masih ada sekitar seribu warga Kelurahan Semolowaru yang belum mengurus E- KTPnya. Pak Lurah menambahkan bahwa mulai tanggal 1 Januari 2014, semua KTP yang lama akan ditarik dan tidak akan berlaku lagi. Beliau juga mengingatkan bahwa pada tanggal 29 Agustus 2013 ada Pemilihan Umum Kepala Daerah Tingkat Satu Jawa Timur, warga diharapkan mendatangi Tempat Pemungutan Suara yang telah disediakan untuk menggunakan hak pilihnya. Sambutan berikutnya dari Bapak Camat Sukolilo yaitu Bapak Fikser, yang dalam sambutannya Beliau menghimbau bagi pemilik rumah kos - kosan agar mendata penghuninya dan menyarankan untuk mengurus KIPEM ( Kartu Identitas Penduduk Musiman ) agar terhindar dari operasi yustisi yang lagi gencar dilaksanakan diwilayah Kecamatan Sukolilo. Setelah sambutan dari Bapak Camat Sukolilo selesai, dilanjutkan Ceramah Agama oleh Bapak Drs. H. Ladzi Safroni, M. Ag. Di awal ceramahnya, beliau memuji bahwa Bapak Lurah dan Bapak Camat layak disebut Ustaz yaitu tingkatannya tepat dibawah Ustadz karena mereka dalam menyampaikan sambutannya sangat lancar dan fasih sekali. Beliau juga mengingatkan lagi, untuk selalu menjaga kekompakan dan kerukunan bersama serta selalu bersikap saling memaafkan kepada siapapun orangnya. Acarapun diakhiri dengan pembacaan do'a yang serempak diamini oleh semua yang hadir. Kemudian dilanjutkan acara pemberian tali asih untuk petugas kebersihan dan keamanan yang ada di wilayah Kelurahan Semolowaru. Setelah acara bersalam - salaman, kamipun langsung dipersilakan memasuki aula yang sudah disediakan nasi soto ayam, lontong kikil dan es manado. Kamipun menikmatinya dengan lahap, terutama saya yang sudah menahan lapar dari tadi sore karena harus mengerjakan tugas piket di lahan Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang cukup menguras tenaga dan keringat.
      Selesai menikmati hidangan yang hangat, pedas dan berkuah, terlihat ruangan aula sudah lengang karena tamu undangan mulai meninggalkan tempat acara. Saat inilah yang kami tunggu - tunggu dari tadi yaitu segera beraksi di depan kamera dengan gaya bebas ala kami. Akhirnya jadilah, jeprat - jepret dengan pilihan obyek yang paling menarik perhatian kami. Hasilnya  ?          


Bersama Bapak Sumali, SH ( Lurah Semolowaru )


Kamis, 15 Agustus 2013

Lihat Kebunku, Penuh Dengan Terong

    Udara dingin terasa seakan menusuk sampai ke tulang, tetesan embunpun masih menyisakan bekasnya di dedaunan yang berada disekitar kami berdiri. Setiap hari Jumat, saya dan Bu Eko Supra harus menjalankan kerja piket, biasanya kami mulai jam 05.00 WIB sampai selesai. Adapun kerja piket meliputi membersihkan, membasahi kumbung jamur dan memanen jamur tiramnya, memberi makan ikan nila di kolam terpal, membersihkan dan menyiram tanaman urban farming sambil memanen sekaligus menjual ataupun mengolah hasilnya untuk menambah pundi - pundi rupiah kas Kelompok Tani Elok Mekar Sari.
     Agar pembagian kerja lebih efektif , efisien dan tentu saja cepat selesai maka Bu Eko Supra mengurus kumbung jamur dan memberi makan ikan nila sedangkan saya memilih membersihkan lahan di belakang Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru yang penuh dengan beraneka tanaman buah dan sayuran terutama tanaman terong dan labu putih yang buahnya banyak bergelantungan. Pemandangan tersebut sangat menakjubkan bagi kami yang tinggal di perkotaan, serasa kami tinggal di desa nun jauh disana. Biasanya selesai melaksanakan tugas piket, kami duduk - duduk dulu di bawah pohon mangga dan sawo sambil melihat tanaman di kebun, kamipun ngobrol rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh Poktan Elok Mekar Sari, sambil diselingi guyonan kocak khas ibu - ibu anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang tak pernah kehabisan cerita. Sambil beristirahat sejenak, kolam ikan nila diisi dengan air dan nanti ketika akan pulang, baru kami matikan pompa airnya. Kalau tidak ingat tugas di rumah sudah menumpuk dan harus segera dikerjakan, kami ingin lebih berlama - lama duduk - duduk sambil menikmati kebun nan hijau dan asri di depan kami. Disebelah tempat duduk kami sudah menumpuk hasil panen hari ini, ada satu tas kresek ukuran besar jamur tiram, 3 buah bunga pisang ( ontong ) dan beberapa terong hijau yang dipanen oleh Bu Eko Supra dengan beraneka ekspresi yang mengundang gelak tawa.
     Rencananya semua akan diolah oleh Bu Eko Supra dan hasilnya saya tawarkan ke ibu - ibu lewat sms, biasanya langsung ludes tak bersisa. Para pembeli lebih antusias membeli hasil olahannya daripada ketika masih mentahan alasannya kalau yang sudah diolah, bisa langsung dinikmati sedangkan yang masih mentahan, belum tentu sempat memasaknya takutnya nanti malah kebuang di sampah. Bu Eko Supra memasak botok dan pepes jamur, botok ontong dan sayur lodeh terong. Tak terbayang lezatnya makan hasil kebun sendiri, ada terselip kepuasan dan kebanggaan saat menikmati hasil kerja keras kita selama ini. Ternyata dunia pertanian sangat mengasyikkan.