laman

Jumat, 12 Desember 2014

Olahan Jangkrik Diliput Net TV

       Mobil Net TV sudah sampai di depan rumah dan setelah bertemu saya mereka berusaha menjelaskan maksud kedatangan mereka yaitu ingin meliput pembuatan peyek jangkrik dan serundeng jangkrik yang dibuat oleh anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari. Berhubung saya baru saja selesai piket untuk merawat budidaya milik Kelompok Tani Elok Mekar Sari, yaitu : jamur tiram, lele dalam kolam terpal dan jangkrik sekaligus mengganti terpal kolam lele yang berlubang karena digigit tikus maka liputan saya minta dimulai pada pukul 15.00 WIB di belakang Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru. Akhirnya disepakati liputannya dimulai sore hari.
         Sambil menunggu kedatangan Mas Sandi Mumu dan Mbak Dewi dari Net TV, kami menyiapkan tungku untuk membuat perapian sehingga benar - benar bernuansa tempo dulu dan suasana desa hadir disini. Ketika Mas Sandi dan Mbak Dewi datang, mereka langsung meliput kegiatan kami, yaitu proses pembuatan peyek jangkrik sampai pengemasan dan proses pembuatan serundeng jangkrik sampai matang dan kering kemudian setelah dingin, siap dikemas dan dipasarkan. Sebagai pembeli yang memberikan alasannya kenapa memilih peyek jangkrik dibanding memilih peyek yang lain, yaitu Fauzan, tetangga saya. Menurut Fauzan, namanya unik sehingga bikin penasaran dan segera ingin mencoba. Sedangkan rasanya ada gurih, renyah dan manis yang tidak kalah dengan peyek umumnya.
          Pengambilan gambar berjalan dengan lancar karena semangat ibu - ibu yang tinggi untuk mempersiapkan segala sesuatunya serta kondisi cuaca yang cerah walaupun agak mendung. Akhirnya usai sudah liputan oleh Net TV pada hari ini. Mas Sandi Mumu dan Mbak Dewi pesan bila Kelompok Tani Elok Mekar Sari melatih membuat olahan seperti yang telah kami lakukan di Kelurahan Putat Jaya untuk warga terdampak akibat penutupan lokalisasi Dolly dan melatih perwakilan kelompok tani se Kota Surabaya di Dinas Pertanian Kota Surabaya kami diharap menghubungi mereka untuk diliput Net TV.  

                                      Bahan yang Disiapkan Untuk Serundeng Jangkrik
Kegiatan Pengambilan Gambar Pembuatan Peyek Jangkrik dan Serundeng Jangkrik


Rabu, 10 Desember 2014

Melatih di Dinas Pertanian Kota Sby

          Untuk kali kedua, Kelompok Tani Elok Mekar Sari diberi kesempatan dan kepercayaan oleh Dinas Pertanian Kota Surabaya untuk membagikan ilmu dalam membuat olahan jamur tiram kepada kelompok tani se Kota Surabaya. Dulu kami yang selalu rajin mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Pertanian Kota Surabaya bahkan peserta yang paling heboh dan aktif bertanya juga paling senang berkeliling di kebun Dinas Pertanian Kota Surabaya apalagi jumlah kami banyak dan berseragam tapi serasa tidak percaya kami bisa menjadi pelatih yang harus memandu acara agar menarik dan sukses. Semua itu juga tidak terlepas dari bimbingan para Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Sukolilo yang sejak awal berdirinya Kelompok Tani Elok Mekar Sari selalu mendampingi kami dalam mengatasi permasalahan budidaya ataupun olahannya juga membantu pemasarannya, yaitu Bu Nani Sri Hestuti, A.Pi, Mbak Nofive dan Mas Andri Ruswahono berkat tangan dingin merekalah kami bisa seperti sekarang, menjadi seperti yang kami impikan sejak awal sebagai binaan Dinas Pertanian Kota Surabaya yaitu bisa menjadi kelompok tani yang berbeda dengan yang lain dengan mempunyai anak usaha yang semua bernama Elok Mekar Sari. Seperti sekarang, Kelompok Tani Elok Mekar Sari menaungi 4 kelompok usaha anggota yaitu Kelompok UKM Elok Mekar Sari, Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan Elok Mekar Sari, Kelompok Penusuk Sate Jamur Elok Mekar Sari dan Koperasi Elok Mekar Sari.
          Pada acara yang bertempat di Dinas Pertanian Kota Surabaya ini, terlihat dari pagi peserta sudah sangat antusias menunggu kami walaupun kami agak terlambat, mereka tetap duduk dengan tenang sambil membuka dan membaca satu bendel materi dari kami tentang cara membuat olahan dari jamur tiram yaitu keripik jamur, sate jamur, bakso jamur, siomay jamur dan tahu bakso jamur. Ketika acara pelatihan dimulai, suasana menjadi hidup dan penuh keakraban karena kami memang sudah saling kenal karena sering bertemu di berbagai kegiatan yang diadakan oleh Dinas Pertanian Kota Surabaya. Semua peserta langsung terlibat dalam proses membuat olahan sehingga kegiatannya bisa selesai  tepat waktu. Untuk menu makan siang sudah kami siapkan semangkok bakso lengkap dengan tahu bakso dan siomay dari jamur yang disajikan dengan kuah panas dan sambalnya yang pedas sehingga sanggup mengusir kantuk karena udara sangat sejuk akibat langit diluar yang mendung dan gelap. Sedangkan hasil praktek, segera dibagikan rata ke peserta untuk dibawa pulang.
           Saya begitu terharu ketika salah satu peserta pelatihan adalah rombongan dari Kelompok Tani Candi Rejo Kelurahan Genteng dan ada Bu Wiwik, saya langsung memeluk beliau karena kami pertama belajar tentang pengolahan sampah, penataan lingkungan, administrasi yang tertib dan rapi, kekompakan kelompok, membuat olahan yang layak dijual sampai bagaimana menerima tamu yang berkunjung ke tempat kita dan dari situlah kami banyak menggali ilmu dari beliau. Ketika itu, pada tahun 2011 kami bukan siapa - siapa tapi kami mempunyai tekad untuk memajukan tempat tinggal kami yang ternyata sudah tertinggal dibanding wilayah lain yang semakin menggeliat dan maju. Untuk itulah, sebagai langkah awal, kami harus banyak mengunjungi kampung yang sudah maju untuk berguru pada mereka. Bu Wiwik mengungkapkan rasa bangganya pada kami yang dianggap anak didiknya dan telah maju seperti ini, benar - benar suasana yang mengharukan sekaligus menggembirakan atas pertemuan ini. Juga ada Penyuluh Pertanian Lapangan dari Dinas Pertanian Kota Surabaya yaitu Bu Ariyani, yang begitu bertemu saya langsung mencium saya karena beliau mengetahui sepak terjang saya mulai dari nol hingga sekarang, beliau sangat bangga pada kelompok kami. Juga yang patut diacungi jempol dari anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari adalah disetiap mengikuti acara selalu menggelar produknya dan selalu laris manis diserbu pembeli bahkan beberapa pembeli sudah punya pilihan tetap pada produk kami.

                                        Acara Pembukaan yang Sudah Dipenuhi Peserta
                                      Suasana Pelatihan yang Menarik dan Padat Karya
  1. Pelatihan Keripik Jamur
2. Pelatihan Bakso, Tahu Bakso dan Siomay Jamur
3. Pelatihan Sate Jamur
Menu Makan Siang Telah Tersaji
                                                               Akhir Sebuah Acara

Selasa, 09 Desember 2014

Rombongan Tamu dari Kalimantan

       Sate jamur dan bakso rumput laut yang merupakan hasil olahan dari Kelompok Tani Elok Mekar Sari sangat diapresiasi oleh BKKBN Provinsi Jawa Timur, selain sering memesan untuk kalangan kantor juga bila ada tamu langsung direkomendasikan untuk dicicipi sebagai sarapan pagi atau makan siang. Rasa bumbu sate jamur yang tajam dan aroma bakaran yang menggugah selera juga rasa daging jamur yang empuk menjadikan menu ini tak kalah dibanding sate yang lain sehingga banyak dicari orang. Sedangkan bakso rumput laut yang hangat, segar dan pedas juga kenyal baksonya yang terus terasa disetiap gigitan, membuat rasa penasaran yang tiada habisnya.
       Pagi ini, kami mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut rombongan tamu dari Samarinda sebanyak 35 orang yang didampingi oleh BKKBN Provinsi Jawa Timur. Semua produk yang dihasilkan anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari sudah terpajang rapi, yaitu olahan makanan dan minuman juga ada kerajinan sak semen dan kerajinan koran bekas. Tamu BKKBN tersebut akan menikmati makan siang sate jamur dan bakso rumput laut. Ketika tamu sudah berdatangan, halaman rumah Bu Koko terasa penuh sesak dan berjubel sehingga udara bertambah pengap dan panas hingga orang kurang leluasa berkeliling melihat - lihat produk anggota kelompok. Tapi semangat para tamu bisa mengalahkan kondisi yang terbatas, banyak pertanyaan yang mereka lontarkan, diantaranya seputar kelompok kami, produk kelompok, budidaya yang kami kerjakan karena sebagian dari tamu yang datang ada petani rumput laut tetapi mereka belum banyak membuat olahannya karena kurangnya pengetahuan tentang cara membuat olahan rumput laut. Mereka banyak yang menginginkan resep olahan rumput laut dari kami sehingga saya kelabakan mencari materi seputar rumput laut, dari mulai budidayanya sampai cara mengolahnya menjadi bakso, dodol, permen dan minuman rumput laut. Karena sibuk mencari materi dan memperbanyak materi hingga tamu sudah pamit pulang, saya baru datang. Saya tidak menyangka kalau ada petani rumput laut yang datang, seandainya dari awal sudah diinformasikan tentang keberadaan mereka, tentu persiapan materi dan praktek bisa kami suguhkan lengkap pada mereka. Banyak yang minta kami memeragakan cara membuat sate jamur, membuat kerajinan dari sak semen dan koran bekas tapi sayang kunjungan ini terasa singkat dan padat karena para tamu harus bersiap kembali ke Samarinda pada pukul 15.00 WIB. Tapi apabila mereka menghendaki kami melatih disana, kami akan bersedia dan siap terbang ke Samarinda.
          Suasana kembali sepi dan kosong setelah para tamu berpamitan tapi banyak pelajaran berharga yang bisa kami petik, diantaranya semangat mereka yang tinggi untuk mengetahui sesuatu hal yang baru mereka ketahui dengan banyaknya pertanyaan yang mereka lontarkan pada kami sehingga kamipun menjadi bersemangat juga untuk membagikan ilmu pada mereka. Dan bagi anggota kelompok yang membuat olahan dan kerajinan, disaat ada tamu seperti ini mereka menuai panen karena banyak produknya yang diminati dan diborong para tamu. Dalam waktu sekejab omzetpun menembus angka 3 jutaan !  



Kamis, 04 Desember 2014

Pertemuan Kelompok Tani

         Pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari pada pagi hari ini terkesan mendadak karena diadakan pada awal bulan dan tanpa dihadiri Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Sukolilo yaitu Bu Nani Sri Hestuti, A. Pi dikarenakan beliau ada kepentingan yang mendadak diluar kota sehingga pertemuan ini hanya dihadiri anggota kelompok tani. Saya cepat menggelar pertemuan ini dikarenakan ada beberapa permasalahan pada budidaya jamur dan budidaya lele di kolam terpal yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
         Pada budidaya jamur, panen kali ini beberapa kuntum jamur yang mekar dimakan tikus juga banyak tikus yang berkeliaran didalam dan disekitar kumbung jamur sehingga kalau terus dibiarkan akan mengancam hasil panen saat ini. Hama tikus begitu merajalela mengingat di Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru sedang ada pembangunan saluran air sehingga banyak tukang bangunan yang tinggal disitu dan sisa makanan mereka yang dibuang disampah mampu mengundang gerombolan tikus yang datang semakin lama semakin banyak. Dari berbagai masukan anggota yang hadir, akhirnya disepakati bahwa akan diadakan pembersihan tumpukan sampah di belakang kumbung jamur yang dianggap sebagai tempat yang disukai tikus dan sarang tikus juga sepanjang jalan yang biasa dilalui tikus akan digantungkan gelas bekas minuman ale - ale sehingga bila tersentuh akan menimbulkan bunyi yang ditakuti tikus.
          Untuk budidaya lele, kami mempunyai 2 kolam lele yang terbuat dari terpal dan satu kolam berisi lele yang sudah berumur 3 bulan dan sebentar lagi siap dipanen sedangkan kolam yang satunya, kondisinya perlu diadakan pembenahan terutama penggantian terpal kolam yang berlobang diperkirakan karena gigitan tikus. Menurut Penyuluh Pertanian Lapangan dari Dinas Pertanian Kota Surabaya, seharusnya sesudah panen lele, kolam harus diisi air kembali seperti kondisi semula walaupun belum dibersihkan, hal ini untuk mencegah tikus masuk ke dasar kolam dan menggigit terpal bagian bawah karena mencium bau amis dari sisa air sehabis panen juga terpal yang bekas dipakai sebelumnya. Ketika selesai panen lele, terpal kami isi air tapi berhubung air yang mengalir dari selang tidak deras juga kalo dipakai ngisi kolam lama, kami takut pompa airnya panas dan cepat rusak. Jadi kami bergantian tiap hari, menunggu mengisi kolam tapi naiknya pelan hingga akhirnya kedahuluan dimasuki tikus dan akhirnya terpalnya tak bisa digunakan lagi untuk memelihara lele. Ketika sambil bergurau dengan ibu - ibu, saya mengutarakan rencana saya untuk menghimpun dana dari ibu - ibu untuk menghidupkan lagi kolam lele yang satunya ternyata jawabannya diluar dugaan saya, mereka sangat antusias dan siap serius berbudidaya lele juga siap menanggung rugi. Saya benar - benar terharu dengan semangat ibu - ibu yang tak pernah menyerah bagaimanapun situasi dan kondisinya dan terus menyemangati saya untuk memajukan Kelompok Tani Elok Mekar Sari.
         Mengingat jadwal kegiatan kami padat pada minggu ini maka pelaksanaan pembersihan sampah dan pembenahan kolam lele mulai dikerjakan pada minggu depan.        

Semua Swadaya Anggota
Kolam Lele yang Perlu Perbaikan Segera