laman

Minggu, 09 Februari 2014

Penyortiran Baglog Jamur yang Rusak

      Seperti biasa, selepas subuh kami berempat mulai melaksanakan tugas piket yang meliputi menyiram, menyapu dan memberi makan lele. Walaupun suasana dalam kumbung masih gelap, kami tetap berusaha memanen jamur pagi ini karena banyak yang sudah pesan untuk membelinya. Memang sebelum membasahi ruangan kumbung, kami memanen jamurnya dulu agar jamurnya tidak terkena air karena akan cepat busuk kalau disimpan di lemari es. Ketika akan menyiram kumbung, terlihat banyak baglog jamur yang berserakan di lantai, saat kami punguti dan pegang baglog tersebut memang sudah empuk, lembek dan gembur atau isi baglog yang tidak padat mungkin disebabkan oleh saat pengisian media ke dalam baglog kurang dipadatkan sehingga hasilnya, isi baglog jadi gembur dan gembos. Setelah kami amati dengan seksama dan kebetulan hari sudah mulai terang, baru terlihat kalau di paling bawah tumpukan baglog, kondisi baglognya sudah berwarna coklat kehitaman dan kempes jadi begitu penyangga yang terbawah kempes, tumpukan diatasnya gampang jatuh karena pondasinya sudah tak sekokoh seperti semula. Parahnya lagi, saat kami memindahkan tumpukan baglog bagian atas karena mau mengambil yang terbawah, ternyata yang kami pegang juga kempes dan gembur dan jumlahnya lumayan banyak. Tanpa direncana, akhirnya kami berempat sepakat bekerja bakti menyortir baglog di setiap rak, sekalian membersihkan kumbung. Setelah saya laporkan ke penanggung jawab bidang usaha budidaya jamur tiram, datang bala bantuan 2 orang sehingga ada 6 orang yang berjibaku dalam kumbung, yaitu saya, Bu Eddy, Bu Eko Supra, Bu Sonya, Bu Retno dan Bu Tri Koko. Kami teliti satu persatu, kalau baglog warnanya sudah tidak ada putihnya dan hanya didominasi warna coklat kehitaman serta kempes langsung kami masukkan karung. Setelah selesai terkumpul 20 karung penuh berisi baglog yang rusak, rencananya akan kami jual seperti periode yang lalu. Seluruh kumbung kami sapu dan bersihkan sedangkan baglog kami tata ulang di atas rak - rak dan terakhir membasahi goni dalam kumbung. Akhirnya selesai sudah pekerjaan hari ini, tidak kami sangka ternyata pekerjaan yang kami bayangkan berat ternyata bisa dengan cepat kami selesaikan dengan tuntas.   
      Bu Eddy langsung menyiapkan cobek dari tanah liat untuk membuat sambel mentah andalannya sedangkan saya memetik kacang panjang di kebun kecil kami yang memang sedang banyak - banyaknya. Pagi tadi, sebelum kerja bakti dimulai, kami masih sempat panen kangkung dan sayur gambas untuk makan siang kami. Bu Eko Supra dengan sigap merebus kangkung dan memasak sayur bening gambas sedang Bu Koko menggoreng ikan nila yang di panen dari tambak Pak Sarko kemarin. Semua makanan dan minuman disiapkan sendiri oleh ibu - ibu yang kerja bakti karena kalau acara mendadak begini, ibu - ibu yang lain pasti sudah disibukkan dengan kegiatannya sendiri. Akhirnya langsung kami nikmati bersama dengan duduk di bangku kayu berpayung tenda hijau kebanggaan Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang teduh seperti suasana di gubuk tengah sawah.

                                             Saat Bekerja di dalam Kumbung Jamur
                                        Menu Makan Siang Dipetik dari Kebun Sendiri


 

Jumat, 07 Februari 2014

Ayooo.....Gemar Makan Nangka

       Tiada terasa pohon nangka yang berdiri kokoh di sebelah pos kamling RT 02 RW 08 Kelurahan Semolowaru, sudah berumur tujuh tahun tepatnya ditanam pada tahun 2007. Pohon nangka tersebut menyimpan banyak kenangan dan  saksi bisu perjuangan kami disaat awal pembenahan lingkungan disekitar kami juga untuk pertama kalinya saya menulis surat resmi ke Dinas Pertanian Kota Surabaya untuk meminta bantuan tanaman produktif demi melakukan penghijauan di sepanjang kali dan di lingkungan RT 02. Walaupun surat saya isinya singkat dan apa adanya tapi rupanya bak gayung bersambut, permohonan saya langsung dikabulkan oleh Dinas Pertanian Kota Surabaya. Akhirnya saya bisa membawa pulang bermacam jenis tanaman produktif, yaitu bibit mangga, nangka, jambu biji dan sirsak. Hingga kini pohon - pohon tersebut masih ada dan sudah berbuah berkali - kali hanya yang membuat nelangsa adalah matinya pohon sirsak kami secara perlahan dan pasti sejak diberitakan secara gencar dan bombastis bahwa rebusan daun sirsak bisa menyembuhkan berbagai penyakit berat, misalnya kanker, tumor, kista, diabetes dan lain - lain. Hal tersebut membuat orang berlomba mengambil daun sirsak, tidak pandang waktu, bisa saat subuh, siang bahkan malam hari dan yang mengenaskan mengambilnya bisa sekarung penuh bahkan sambil memotong dahannya dengan parang yang sengaja dibawa dari rumah. Yang lebih mengejutkan mereka bukan hanya berasal dari warga sekitar tapi ada yang mengaku dari Rungkut, mungkin berita dari mulut ke mulut yang membawa mereka kesini. Karena saya sering menengok tanaman di pinggir kali jadi saya sering melihat langsung, ada yang mengambil memakai becak, sepeda motor bahkan naik mobil. Kalau pas ketahuan, saya langsung menegur dengan tegas bahwa yang dilakukannya akan merusak tanaman yang kami tanam sebagai penghijauan tapi kebanyakan dilakukan dengan sembunyi - sembunyi dan cara pengambilannya sangat tidak manusiawi bahkan cenderung ngawur. Bisa ditebak, pohon sirsak yang dulu berdiri tegak dengan daunnya yang rimbun, bunganya yang cantik dan bertumpuk juga buahnya yang masak di pohon yang membuat kami selalu tak sabar untuk mengambilnya, tiba - tiba batangnya sudah goyah dan tak kokoh lagi karena sering ditarik dan dilengkungkan untuk memetik daun yang berada di pucuk dahan, sedangkan kulit batangnya banyak yang terkelupas karena mengambil daunnya dengan tergesa - gesa sehingga langsung ditarik soalnya takut ketahuan. Perlahan tapi pasti pohon sirsak kami gundul karena tinggal dahan dan ranting tanpa dihiasi selembar daun yang tersisa akhirnya kering dan mati merana. Tak bisa dibayangkan 20 pohon sirsak mati dan tidak ada satupun yang merasa bersalah atas kematiannya. Bahkan beberapa pohon sirsak yang belum sempat berbuah sudah mati dan saya selalu bertanya apakah dengan matinya semua pohon sirsak disini, sudah bisa menyembuhkan sakit mereka ? semoga. Kini pohon sirsak tinggal cerita tanpa sisa, sebuah gambaran begitu gampangnya seseorang merusak lingkungan demi memuaskan kepentingannya.       
      Sedangkan pohon nangka yang satu ini memang tumbuhnya paling bongsor diantara teman - temannya, buahnya juga besar - besar dan daunnya lebat sekali membuat suasana berem di pinggir kali teduh dan asri. Hampir seluruh bagian dari pohon nangka bisa dimanfaatkan, daunnya untuk pakan ternak, kayunya anti rayap dan kuat, buahnya yang muda untuk sayur dan buah yang tua kalau sudah masak berbau harum segar dan dagingnya tebal berwarna kuning tua sedangkan rasanya manis nikmat, biji buahnya atau beton sebagai sumber karbohidrat tambahan, bonggol bunganya dipakai untuk rujak dan terakhir getahnya bisa dipakai untuk menangkap burung karena daya rekatnya terkenal sangat kuat dan pekat.
      Buah nangka masak sangat kaya gizi dan dapat dikonsumsi setiap saat karena banyak mengandung vitamin A dan C yang berguna untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan sebagai antioksidan alami untuk melawan sel - sel kanker. Selain dapat langsung dikonsumsi juga dapat digunakan untuk pengharum kue dan aneka macam es juga dibuat bermacam olahan seperti keripik nangka, selai nangka dan lain - lain.    
      Daging buah nangka yang masak, selain renyah dan terasa manis segar ternyata juga mengandung gas sehingga kita harus makan secukupnya saja dan tidak berlebihan karena bisa mengakibatkan perut kembung.
                                                            Pohon Sirsak yang Merana
                                                    Pohon Nangka yang Kokoh Berdiri

Rabu, 05 Februari 2014

Sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga)

      Ternyata banyak kemudahan yang kami dapatkan sesudah mengikuti Lomba Pahlawan Ekonomi Tahun 2013 Tingkat Kota Surabaya. Walaupun baru pertama kali mengikuti ajang tersebut namun kami berhasil menembus sampai ke Taman Surya Surabaya sebagai salah satu wakil dari Kecamatan Sukolilo, selain rasa bangga atas hasil kerja keras kami selama ini juga kami harus siap menerima tugas dari berbagai pihak yang dipercayakan kepada kami. Walaupun terkadang tugas tersebut sangat berat untuk ukuran UKM seperti kami, tapi tetap kami terima dan laksanakan dengan segenap tenaga dan pikiran. Yang membuat kami bersedia menerima tugas tersebut karena kami menyukai hal - hal baru yang menantang dan sangat menarik untuk dicoba. Tugas tersebut adalah mewakili UKM se Kecamatan Sukolilo dalam Seleksi Teknologi Tepat Guna dengan tema Teknologi Tepat Guna dalam Menjawab Pemenuhan Kebutuhan Produksi Usaha Mikro dan Kecil ( UMK ) atau Pemanfaatan Energy Alternatif yang diadakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Kota Surabaya. Kami memilih salah satu kriteria yaitu Teknologi Olahan Makanan dengan mengusung alat pengering dodol rumput laut dan permen rumput laut. Alasan kami, proses pembuatan makanan tersebut terkendala saat musim hujan tiba karena sangat membutuhkan panas matahari. Alat tersebut masih sangat sederhana yaitu oven yang dibuka atau dihilangkan pintunya dan diberi kipas angin atau blower karena setelah ujicoba beberapa kali dengan bermacam cara, akhirnya ditemukan cara yang pas dalam pemanasan dodol dan permen rumput laut yaitu membutuhkan panas sekaligus ada anginnya. Pada tahap pra seleksi dikatakan panitia bahwa idenya sudah bagus tapi ada komponen yang kami gunakan adalah produk orang lain yang sudah dipatenkan yaitu oven, kipas angin ataupun blower. Jadi semua harus murni buatan kami agar suatu saat tidak bermasalah dengan yang punya merek. Sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi Kelompok Tani Elok Mekar Sari bahwa selain sebagai pengolah makanan alangkah baiknya kita berusaha mengenal dan mempelajari cara kerja alat yang digunakan dalam berproduksi serta terus berinovasi.
      Kami juga diberi kemudahan dalam mengurus sertifikat PIRT ( Pangan Industri Rumah Tangga ) oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Adapun pengertian PIRT adalah pangan olahan hasil produksi industri rumah tangga yang diedarkan dalam kemasan eceran dan berlabel. Kami mendapat undangan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya setelah mereka melihat dan mendengar kiprah UKM Elok Mekar Sari dalam Lomba Pahlawan Ekonomi Tahun 2013 dengan bermacam produk olahannya. Akhirnya 6 anggota kami bisa mengikuti proses pembuatan sertifikat PIRT pada bulan ini yaitu Bu Sonya ( keripik pisang ), Bu Tri Koko ( minuman sari dele, roti, makaroni, aneka bumbu masakan, sambal, abon, kue kering dan dodol rumput laut ), Bu Ermien ( minuman rumput laut ), Bu Tamar ( minuman kunyit asem ), Bu Andamarie ( peyek bayam, peyek jangkrik, peyek kacang, peyek grago dan minuman sinom ), dan Bu Eko Supra ( dodol rumput laut dan minuman sinom ). Sedangkan yang belum bisa ikut pada bulan ini, bisa mengikuti pada bulan Oktober 2014. Tahap awal, kami harus mengikuti penyuluhan PIRT terlebih dahulu dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya pada Hari Rabu tanggal 5 Pebruari 2014 jam 08.00 sampai dengan jam 16.00 WIB  yang bertempat di Ruang Pertemuan Puskesmas Jagir Jl. Bendul Merisi no.1 Surabaya. Materinya adalah Penyuluhan Keamanan Pangan dengan pembicara Bapak Hadiwijaya dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Bu Eny dari BPOM ( Badan Pengawas Obat dan Makanan ) dan Bu Vika dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Bapak Hadiwijaya menjelaskan tentang Hygiene Sanitasi yaitu selain harus memilih bahan yang bagus dan bebas dari kontaminasi bahan kimia juga harus melakukan proses pengolahan makanan yang benar. Sedangkan Bu Eny menerangkan bahwa makanan yang beredar lebih dari 7 hari wajib ada ijin edarnya. Beliau menjelaskan jenis pangan yang diizinkan dan yang tidak untuk memperoleh SPP - IRT juga pentingnya pelabelan produk pangan karena bisa memudahkan konsumen dalam memilih sehingga label pangan harus jelas dan informatif. Dan yang terakhir, materi disampaikan oleh Bu Vika mengenai BTP ( Bahan Tambahan Pangan ). Misalnya penggunaan pewarna buatan pada makanan harus sesuai dengan jenis dan ukuran yang ditetapkan supaya tidak menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan.
      Setelah melahap materi dari para pembicara dengan seksama dan sepenuh jiwa, dilanjutkan ujian tulis untuk mengetahui kemampuan kita dalam menguasai materi pada hari ini juga menentukan kelulusan kita pada tahap awal pengurusan sertifikat PIRT agar bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Akhirnya 6 anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari dinyatakan lulus ujian tulis dengan nilai bagus bahkan ada yang memperoleh nilai sempurna 100 !!!
      Tugas berikutnya adalah mengisi dan mengumpulkan formulir yang telah dibagikan ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan tahap akhir yang harus dijalani yaitu kunjungan lapangan oleh petugas dari Dinas terkait. Kunjungan tersebut, diantaranya untuk melihat kebersihan tempat, alat dan proses dalam mengolah produk juga syarat - syarat lain yang harus dipenuhi agar produk kita dinyatakan layak untuk mendapat sertifikat PIRT. Dengan mempunyai sertifikat PIRT dari Dinas Kesehatan maka kita akan mudah memasarkan produk kemana - mana, baik ke toko - toko bahkan supermarket.
            Materi Penyuluhan Keamanan Pangan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya


Sabtu, 01 Februari 2014

Asyiknya Menanam Sayur Gambas ( Oyong )

       Berkebun adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan, itulah kira - kira ungkapan yang bisa menggambarkan pendapat saya tentang kegiatan yang satu ini. Apalagi saat melihat tanaman tersebut mulai tumbuh, berkembang, berbunga dan akhirnya berbuah, rasanya puas tiada terkira. Bermacam tanaman sayuran dan tanaman obat keluarga ( TOGA ) yang ditanam ibu - ibu Kelompok Tani Elok Mekar Sari di belakang Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru, terlihat hijau dan subur bahkan beberapa sudah dipanen dan dibeli warga sedangkan hasil penjualannya bisa menambah kas Kelompok Tani Elok Mekar Sari walaupun harga sayuran sedang melambung tinggi di pasaran tetapi di tempat kami mempunyai penawaran yang menarik untuk mendatangkan pembeli, yaitu selain harga sayuran kami lebih murah, pembeli juga bisa memetik sendiri sayuran yang diinginkan apalagi sayuran kami termasuk organik karena tanpa menggunakan pupuk buatan pabrik dan pestisida. Pembeli juga bisa pesan terlebih dahulu kepada petugas piket pada hari yang bersangkutan sehingga bisa diambilkan yang masih segar.
       Setelah periode sebelumnya, kami menanam labu putih yang hasil panennya bisa dijual juga dapat diolah menjadi bermacam sayur yang siap disajikan saat ada pertemuan di Kelompok Tani Elok Mekar Sari, sekarang kami bertanam sayur gambas di kebun belakang Balai RW 08. Tanaman tersebut tumbuh dari biji yang ditanam dalam tanah kemudian bila sudah tumbuh tinggi akan merambat di anjang - anjang bambu ataupun pada pohon besar yang terdekat sedangkan buahnya panjang dan bergantungan. Bila buah masih muda dan belum berserat serta mudah dipatahkan, bisa dilakukan pemanenan. Panen bisa dilakukan berulang - ulang bahkan dalam satu pohon bisa dipanen 15 kali, asalkan kondisi tanahnya subur, gembur dan banyak mengandung humus. Buah gambas muda bisa diolah menjadi sayur dan lalapan juga sebagai obat demam, sedangkan bagian dalam buah tuanya digunakan untuk sabut dan bijinya bisa ditanam kembali. Hama yang mengganggu adalah ulat busuk daun dan kumbang daun, sedangkan cara membasminya dengan disemprot menggunakan cairan dari daun mindi yang sudah di haluskan dan dicampur air. Daun mindi dipilih karena rasanya yang pahit sekali sehingga tidak disukai hama pengganggu tanaman gambas. Hal tersebut merupakan cara alami untuk menghilangkan hama dan hasilnya terbukti sangat efektif.
      Kemarin kami sudah berencana memanen gambas tapi batal karena ditawari Pak Sarko yang mempunyai tambak di dekat perumahan kami, untuk melihat panen ikan nila di tempatnya. Selesai panen, ikannya bisa langsung dibeli dan dijual dibawah harga pasar. Ibu - ibu langsung berebutan membeli ikan nila segar yang sudah ditimbang satu kilogram perkantong plastik. Ternyata ada ikan patin, ikan tawes dan ikan kuthuk yang ikut dipanen. Hasil panen tidak semua dijual tapi disisakan untuk dibagi orang yang sudah membantu proses panen tadi.
     Akhirnya kami melanjutkan panen gambas yang sempat tertunda karena sudah ditunggu calon pembeli yaitu warga perumahan Semolowaru Elok. Pembelinya langsung bisa memilih dan memetik sendiri dari pohon dan didapat hasil 3 kg, beliau juga membeli jamur tiram yang diambil langsung dari kumbung kami.  Semua hasil penjualan akan di masukkan ke dalam Kas Kelompok Tani Elok Mekar Sari.
                                                       Contoh Pemetikan yang Salah
                                                 Buah Gambas Tua yang Siap Dijadikan Bibit
                                                 Santai sambil Memanen Jamur Tiram 
                                                 Panen Ikan Nila di Tambak Pak Sarko