laman

Sabtu, 15 November 2014

Diliput Trans TV, RCTI dan SCTV

      Ternyata kegiatan kami mengolah peyek jangkrik dan serundeng jangkrik yang sudah dimulai sejak menjelang akhir tahun 2013 atau tepatnya sesudah kami mendapatkan bantuan untuk Budidaya Jangkrik pada hari Kamis, tanggal 17 Oktober 2013 dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Surabaya, sekarang menuai hasil yang menggembirakan karena olahan dari jangkrik mulai dikenal dan diminati masyarakat sebab selain rasa dan aroma jangkrik yang disangrai sangat gurih dan lezat juga kandungan gizinya yang tinggi, sangat bagus untuk kesehatan.
       Bermula pada tanggal 11 September 2012 saat ada pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang dihadiri Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Sukolilo yaitu Mbak Nofive, beliau memberitahukan bahwa akan ada bantuan Budidaya Jangkrik dari Dinas Pertanian Kota Surabaya yang akan diberikan atas nama kelompok yang bertanggung jawab dan rencana turunnya bantuan pada Tahun 2013. Bagi kelompok yang berminat diharuskan membuat proposal dan yang berhak mendapatkan bantuan berarti sudah bisa menyisihkan banyak pemohon se Kota Surabaya. Mendengar informasi tersebut, saya sangat tertantang sekali dan langsung bilang ke Mbak Nofive yaitu PPL kami bahwa Kelompok Tani Elok Mekar Sari bersedia dan siap mengerjakan budidaya jangkrik. Setelah mengumpulkan proposal permohonan pengajuan bantuan budidaya jangkrik ke Dinas Pertanian Kota Surabaya, baru saya tahu kalau di Kelurahan Semolowaru saja ada 3 kelompok yang mengajukan permohonan yang sama tapi saya tetap optimis dan tidak ragu melangkah. Justru yang membuat saya mikir adalah protes dari anggota kelompok, bahwa saya itu orangnya selalu berusaha keras mendapatkan bantuan apapun yang ditawarkan Dinas Pertanian Kota Surabaya pada kami, apalagi saya menjatuhkan pilihan pada bantuan budidaya jangkrik, sedangkan beberapa anggota kelompok bertanya - tanya kenapa tidak memilih yang lain padahal ada burung kenari, ayam, kelinci tapi saya tetap yakin pada pilihan semula.
       Setahun dalam penantian, akhirnya PPL kami Bu Nani Sri Hestuti, A.Pi, beliau menggantikan Mbak Nofive, mengabarkan bahwa Kelompok Tani Elok Mekar Sari mendapatkan bantuan Budidaya Ternak Jangkrik dari Dinas Pertanian Kota Surabaya, jelas tak terkira kegembiraan dan kebanggaan kami karena sudah dipilih dan dipercaya untuk menerima bantuan tersebut. Setelah mengikuti pelatihan dan bimbingan tentang cara beternak jangkrik dari Dinas Pertanian Kota Surabaya maka bantuanpun datang ke Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang berupa kandang jangkrik, peralatan perawatan jangkrik, indukan jangkrik dan pakan jangkrik diserahkan langsung oleh Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Surabaya.
       Sembari terus memelihara budidaya jangkrik, kamipun sering berdiskusi kecil untuk mencoba membuat olahan jangkrik dan kebetulan ada anggota yang punya usaha membuat peyek maka sekalian diuji coba diikutkan dalam isian peyek. Setelah keberadaannya peyek jangkrik mulai dikenal orang dan orang sudah ada yang berani mencicipinya maka menunya ditambah serundeng jangkrik yang mulai ditampilkan pada Pahlawan Ekonomi Kecamatan Sukolilo Tahun 2013 dan saat itu kami ikut kategori Home Industri dengan tanda banner warna ungu yang menonjolkan produk kering yang dikemas. Sedangkan pada Pahlawan Ekonomi Kecamatan Sukolilo Tahun 2014 ini, kami ikut dalam kategori Culinary Bisnis dengan tanda bannernya berwarna hijau yang menonjolkan hasil olahan basah yaitu sate jamur dan bakso rumput laut juga es teh pandan sedangkan produk lainnya hanya meramaikan meja saja. Untuk olahan jangkrik, menunya bertambah yaitu Botok Jangkrik. Dan bila bertemu pelatih sekaligus juri Pahlawan Ekonomi dimana saja, pasti menyapa, Sukolilo ya buk, gimana jangkrik dan jamurnya.
       Sekarang kami terus melaju dan semakin berani berinovasi dalam mengolah bahan pangan karena olahan yang aneh - anehpun ternyata tetap ada penggemarnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kota Surabaya atas pelatihan, bimbingan, pendampingan juga bantuannya kepada kami juga Trans 7 Jakarta dalam Jejak Si Gundul dengan Liputan Peyek Jangkrik dan Serundeng Jangkrik di Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang banyak ditonton orang karena sangat unik dan menarik tayangannya sehingga banyak menjadi pembicaraan. Tak terkecuali tim liputan dari Trans TV, RCTI dan SCTV yang sangat tertarik mengetahui keberadaan kami setelah melihat tayangan Jejak Si Gundul. Mereka yang terdiri dari Mas Edwin, Mas Yudha dan Mas Wahyu sempat kaget dan terkesima melihat begitu banyak olahan yang dibuat oleh anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari, sampai - sampai mereka berkelakar kalau meliput semua olahan disini bisa - bisa sampai 2 tahun belum selesai.  
        Dan hari ini kami diliput oleh 3 stasiun televisi tersebut untuk membuat peyek jangkrik yang berlokasi di belakang Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru, tempat kami mengelola budidaya jamur tiram, budidaya lele dalam kolam terpal dan budidaya jangkrik. Sekitar 13 anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari ikut dalam pengambilan gambar saat ini. Walaupun suasana riuh dan heboh karena sambil mendengarkan lagu dangdut yang lagi ngehit milik Cita Citata, Sakitnya Tuh Disini tapi semua tetap serius menjalani setiap bagian pengambilan gambar, sesuai dengan yang diarahkan oleh tim peliput dan kameramen. Akhirnya tuntas sudah syuting pembuatan peyek jangkrik hari ini dan kami sudah tak sabar menunggu penayangannya yang seru abiss dan bagi yang melihat tayangannya pasti tertarik untuk membuat peyek jangkrik. Selamat mencoba !!!

Ketika Kelompok Tani Elok Mekar Sari Menerima Bantuan Budidaya Jangkrik dari Dinas Pertanian Kota Surabaya, 17 Oktober 2013.
Peyek Jangkrik dan Serundeng Jangkrik Tampil di Pahlawan Ekonomi Kecamatan Sukolilo Tahun 2013.
Tokoh Masyarakat yang Ikut Mencicipi Kelezatan Peyek Jangkrik di Pahlawan Ekonomi Kecamatan Sukolilo Tahun 2013.
Peyek Jangkrik Disajikan Saat Ada Kunjungan dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu ( SIKIB ) pada tanggal 19 November 2013.
Diliput Trans 7 Jakarta untuk program Jejak Si Gundul, tanggal 25 Oktober 2014
Diliput Trans TV, RCTI dan SCTV
Peyek Jangkrik Dititipkan di Toko Darma
Kliping Adegan Syuting Kami





Senin, 10 November 2014

Berkunjung ke Bapak H. Damanhuri, CHCM

        Sebuah kehormatan ketika Kelompok Tani Elok Mekar Sari diundang oleh pemilik UD Mawas yaitu Bapak H. Damanhuri, CHCM untuk datang ke rumahnya di Jalan Manukan Wasana VI/4 Surabaya karena ada tamu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat yang akan mengadakan kuisioner tentang usaha yang sekarang kami lakukan beserta kendala yang kami temui dalam mengembangkan usaha setelah mendapat Pelatihan Pengolahan Rumput Laut dari UD Mawas. Kelompok Tani Elok Mekar Sari diundang untuk mewakili seluruh peserta yang pernah berlatih mengolah rumput laut pada Bapak Damanhuri dan telah mendapat sertifikat kelulusan.
         Tiba dirumah Bapak Damanhuri, kami berenam yaitu saya, Bu Siti Tri Mulyani, Bu Riyani Viyantini, Bu Mukhtamaroh, Bu Ely Amalia dan Bu Rini Ariyanti langsung disambut hangat dan penuh kekeluargaan seakan kami sudah lama tak jumpa padahal sering berkirim kabar lewat telephone bila ada yang ingin kami tanyakan seputar membuat olahan dari rumput laut, misalnya bakso, dodol dan minuman rumput laut sehingga hasilnya bisa maksimal. Sebagai pelepas dahaga, kami telah disiapkan minuman rumput laut yang menyegarkan dan terasa gleset - gleset ketika ditelan juga ada kue lemet yang terbuat dari ketela pohon, rumput laut dan gula yang dikukus kemudian dibentuk bulat - bulat lalu diberi parutan kelapa dan rasanya sangat lembut, manis serta gurih. Hidangan yang disuguhkan mampu mendinginkan udara siang ini yang panasnya serasa tepat diatas ubun - ubun.
          Ketika datang petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat, kuisioner langsung dimulai dengan membagikan lembar soal yang harus diisi peserta dengan sebenarnya. Suasana ruang tamu terasa hening dan senyap karena semua serius memelototi dan mengisi jawaban. Setelah selesai, lembar soal beserta jawabannya segera dikumpulkan kepada petugas. Setelah berkemas dan beramah tamah sebentar akhirnya mereka berpamitan. Kamipun juga mohon pamit karena banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan segera.

Membulati Kue Lemet Rumput Laut, Sambil Menunggu PPTK Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat
                            Tamu dari PPTK Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat
                    Saatnya Mengerjakan Kuisioner tentang Produk yang Kita Hasilkan

            

Pahlawan Ekonomi di Kecamatan Sukolilo

Bekerja kreatif
Berkarya inovatif
Bersama songsong AFTA
2015 

      Demikian cuplikan lagu Pahlawan Ekonomi yang sudah tak asing lagi ditelinga para pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Surabaya ini. Mendengarkan syair tersebut serasa mengajak kita untuk terus belajar dan menggali kemampuan diri agar bisa membuat dan menciptakan olahan makanan yang lain dari yang lain walaupun tetap harus bisa diterima oleh pasar. Bisa juga makanan yang sudah umum di masyarakat, kita beri tambahan sesuatu agar menarik, baik dari segi tampilan ataupun rasanya sehingga berbeda dengan yang sebelumnya. Ataupun kita lebih berani menampilkan olahan yang baru atau belum begitu dikenal umum, tentu saja perlu perjuangan ekstra keras untuk mengenalkan hingga akhirnya bisa diterima masyarakat. Untuk menghadapi perdagangan bebas ASEAN tahun depan, sangat dibutuhkan kesiapan kita untuk menampilkan menu - menu baru yang siap bersaing baik dirasa maupun pada harga jualnya sehingga olahan kita tetap diminati.
      UKM Elok Mekar Sari mengikuti Lomba Pahlawan Ekonomi Tahun 2014 ini dengan memilih kategori Culinary Business yaitu termasuk makanan basah yang cara menjualnya langsung dilayani oleh penjualnya. Pada tahun sebelumnya yaitu Pahlawan Ekonomi 2013 kami mengikuti kategori Home Industry yaitu makanan kering dan minuman yang dikemas dan mengantarkan kelompok kami sampai ke Taman Surya Surabaya untuk bertanding bersama UKM yang terpilih mewakili kecamatan masing - masing. Dari perhelatan Pahlawan Ekonomi Tahun 2013 tersebut banyak pelajaran dan pengalaman yang kami dapat, diantaranya perlunya tampilan yang menarik baik olahan yang dikemas ataupun kemasannya juga pentingnya pemberian label pada kemasan dan sebaiknya sudah memiliki ijin PIRT. Mengingat produk kami pada tahun ini yang banyak diminati pasar adalah sate jamur dan bakso rumput laut lengkap dengan siomaynya maka kami memilih menampilkan produk tersebut untuk lomba kali ini walaupun produk home industry yang kami hasilkan banyak dan beragam diantaranya ada olahan yang ekstrem yaitu peyek jangkrik, serundeng jangkrik dan botok jangkrik yang mulai dikenal dan diminati masyarakat.
         Acara Pahlawan Ekonomi Tahun 2014 di Kecamatan Sukolilo sudah dimulai sehari sebelumnya dengan Pelatihan Pembuatan Abon Lele, Nasi Bakar dan Tudung Saji di Kecamatan Sukolilo. Kemudian perhelatannya pada tanggal 8 November 2014 dengan berbagai acara mulai pembukaan oleh Walikota Surabaya yaitu Bu Tri Rismaharini, Lomba Gerak dan Lagu Pahlawan Ekonomi sampai Lomba Gelar Produk dari 45 UKM se Kecamatan Sukolilo yang berusaha menampilkan produk terbaiknya agar bisa mewakili Kecamatan Sukolilo di Taman Surya pada Bulan Desember nanti. Selama berlangsungnya acara, terlihat semua ikut larut dalam suasana heboh dan gempita dan acarapun semakin hangat saat Camat Sukolilo yaitu Bu Kanti Budiarti beserta staf Kecamatan Sukolilo ditambah ibu - ibu UKM juga para undangan berdendang dan berjoged bersama dengan penuh keakraban.

              Saat Acara Pelatihan Pahlawan Ekonomi Tahun 2014 di Kecamatan Sukolilo
1. Pelatihan Abon Lele
2. Pelatihan Nasi Bakar
                                          Ketika Acara Pahlawan Ekonomi Berlangsung
1. Sambutan dari saya mewakili Ketua Panitia
2. Sambutan Walikota Surabaya ( Bu Tri Rismaharini )
3. Testimoni dari Bu Ermien yg mewakili UKM Kecamatan Sukolilo
                                            4. Bazar UKM Elok Mekar Sari yang Spekta
5. Menikmati Lezatnya Makan Botok Jangkrik yang Baru Dilounching di Pahlawan Ekonomi 2014
                                           6. Ayooo Berdendang dan Berjoged Bersama
                                          7. Kerajinan dari Daur Ulang yang Menawan