laman

Jumat, 17 April 2015

Diundang LPPM Univ. 17 Agustus 1945 Surabaya

             Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ( LPPM ) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, mengundang kami untuk hadir pada acara penandatangan MoU, perjanjian kerjasama antara LPPM Untag '45 Surabaya yang diwakili oleh Kepala LPPM yaitu Bapak Dr. Ir. Muslimin Abdulrahim, MSIE  dengan Bu Dra. Tri Andjarwati, MM ( Dosen Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan pembina UKM juga koperasi UKM ). LPPM mengkoordinasikan dosen - dosen untuk melakukan kegiatan dan pendampingan pada masyarakat.
             Bu Dra. Tri Anjarwati, MM banyak membantu dan membina Kelompok Tani Elok Mekar Sari karena selain kami tinggal di perumahan yang sama yaitu Semolowaru Elok juga beliau melihat semangat ibu - ibu anggota kelompok yang pantang menyerah juga kreatif dan inovatif sehingga beliau turun tangan langsung membimbing kami, mulai administrasi, pengajuan bantuan, cara membuat proposal dan laporan pertanggung jawaban juga diperkenalkan petinggi Kota Surabaya serta diajak bazar dan ikut getol mengenalkan dan memasarkan produk Kelompok Tani Elok Mekar Sari. Beliau terus menyemangati kami agar terus maju dan selalu bertanggung jawab dengan pekerjaan yang ditekuni. 
              Seperti biasa, setiap menghadiri acara kami selalu membawa produk dari kelompok, ada nasi ayam suwir, susu kedelai, minuman rumput laut, botok jamur, keripik pisang, peyek jangkrik, jangkrik crispy, sate jamur, keripik jamur, jamur segar, tahu baso, nugget lele dan semua ludes diborong dosen - dosen dan tamu undangan bahkan kami ditawari untuk mengisi produk di koperasi Untag '45 Surabaya. Terima kasih Bu Andjar, atas bantuan dan bimbingan ibu, kami bisa mengembangkan diri lebih luas lagi. 

        Bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Untag '45 Surabaya   
                                                           Jualan Jalan Teruss.....

Jumat, 10 April 2015

Tamu Istimewa dari Badan Pelaksana BPWS Jakarta

        Pemberitahuan mendadak dari Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukolilo yaitu Bu Nani Sri Hestuti, A. Pi hari ini sangat mengejutkan saya, beliau menyuruh saya untuk segera berangkat ke Dinas Pertanian Kota Surabaya karena sudah ditunggu tamu dari Jakarta. Sepanjang perjalanan banyak pertanyaan berkecamuk dalam dada, siapa gerangan tamu tersebut dan mengapa mencari Kelompok Tani Elok Mekar Sari sampai tak terasa saya sudah didepan pintu kantor dan langsung diarahkan ke ruang rapat yang disitu sudah ditunggu oleh Bapak Ir. Bagas Swadaya Adjie ( Kasi Tanaman Pangan dan Holtikultura ), Mbak Eva dan 3 tamu dari Jakarta yaitu dari Badan Pelaksana - Badan Pengembangan Wilayah Surabaya - Madura dan mereka adalah Mbak Anggita, Mas Gunadi dan Mas Ferdi Hidayat. Mereka menjelaskan tentang tugas dan keberadaan Bapel - BPWS adalah untuk mempercepat pembangunan dan mengoptimalisasi potensi dunia usaha di kawasan Suramadu. Jadi Bapel - BPWS dapat menjembatani kebutuhan dunia usaha agar nyaman dan aman dalam berinvestasi. Mereka juga menjelaskan bahwa sehubungan dengan adanya Pameran Agro & Food Expo dan Agricultural Products and Technology Expo ( Aptex ) 2015 yang merupakan pameran terbesar disektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, kelautan dan perikanan serta industri pengolahan makanan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2001 dan didukung oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan maka Bapel - BPWS mencari pelaku usaha yang produknya dinilai bisa mewakili Surabaya dan Madura untuk diikutsertakan dalam pameran tersebut di Jakarta Convention Center tanggal 14 sampai 17 Mei 2015 dan semua biaya ditanggung Bapel - BPWS, mulai tiket pesawat PP, biaya hotel, stan gratis, promosi gratis dan lain - lain. Dengan adanya pameran ini diharapkan dapat mendorong peningkatan pembangunan sektor pertanian secara menyeluruh juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih mencintai dan gemar menggunakan produk dalam negeri khususnya produk - produk sektor pertanian.
        Mereka datang ke Dinas Pertanian Kota Surabaya dan sudah mempunyai referensi olahan unik di Surabaya, yaitu olahan jangkrik dari Kelompok Tani Elok Mekar Sari tapi saya juga menunjukkan beberapa contoh olahan yang dibuat oleh anggota kelompok. Setelah Mas Ferdi mencicipi Jangkrik Crispy dan Minuman Rumput Laut akhirnya ditentukan olahan yang dibawa pameran ke Jakarta adalah olahan jangkrik yaitu Peyek Jangkrik, Jangkrik Crispy, Serundeng Jangkrik dan Minuman Rumput Laut. Tak terlukiskan bagaimana bahagianya saya namun  rasa haru langsung menyeruak tatkala mengingat perjuangan berat kami yang penuh lika - liku dalam membesarkan nama Elok Mekar Sari dan berkat kegigihan serta ketegaran kami, Kelompok Tani Elok Mekar Sari bisa tegak berdiri seperti sekarang ini.
       Undangan ke Jakarta, sungguh tak pernah terbayang sebelumnya, yang merupakan sebuah pengakuan dan penghargaan atas hasil kerja keras dan inovasi kami selama ini. Berkat Jangkrik, kami terpilih menjadi wakil pelaku usaha di Surabaya untuk terbang ke Jakarta. Vini, Vidi, Vici !  

Tamu dari Badan Pelaksana - Badan Pengembangan Wilayah Surabaya - Madura Jakarta di Kelompok Tani Elok Mekar Sari
Didampingi Bu Dra. Suwarti ( Lurah Semolowaru ), Bu Wiwid (Kasi Sosial dan Ekonomi Kecamatan Sukolilo ), Bu Nani Sri Hestuti, A. Pi ( Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukolilo ) dan Bapak Ir. Bagas Swadaya Adjie ( Kasi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kota Surabaya ).
                    Makan Siang Ditemani Peyek Jangkrik yang Fenomenal dan Sensasional
                                                  Usai Acara, Dilanjut Pesta Durian





Kamis, 09 April 2015

Beratnya Perjuangan Mengambil Baglog Jamur

       Bulan ini baglog jamur tiram di kumbung jamur milik Kelompok Tani Elok Mekar Sari sudah waktunya diganti karena produksi jamur dari baglog sudah menurun bahkan jamurnya sudah kecil - kecil sehingga dijadikan pakan lele kami. Sebenarnya pemesanan baglog jamur sekarang ini, sangat terlambat karena kami akan mengalami kekosongan pasokan jamur segar tapi kami sangat beruntung mendapat bantuan pasokan jamur segar yang selalu siap diantar dari sesama kelompok tani di Surabaya hingga masalah kekosongan jamur bisa teratasi namun hal ini tidak boleh terulang, nanti setelah baglog jamur ditempat kami berumur 3 bulan, kami harus mulai pesan lagi. Sebuah pelajaran yang sangat berharga mengingat anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari banyak yang membuat olahan jamur tiram, yaitu keripik jamur krispi, sate jamur, abon jamur, nugget jamur, bakso jamur, siomay jamur, tahu baso jamur.
       Berhubung kami hanya pesan 500 baglog jamur ke Trawas karena sebelumnya sudah pesan di Sidoarjo maka kami harus mengambil sendiri ke Trawas. Pagi sekali kami bertiga berangkat naik pikep, yaitu saya, Bu Tri dan Bu Sonya dan sopirnya adalah Bu Tri, beliau sopir yang sangat bisa diandalkan oleh kelompok karena selain semua jenis mobil bisa juga beliau rajin ikut touring yang sangat menguji nyali, mulai Kawah Ijen Banyuwangi sampai keliling Bali sudah ditaklukkan. Jalanan menuju Trawas mulai menanjak dengan tekukan tajam, pikep terasa mulai panas dan mendengung sampai akhirnya kami harus berhenti dahulu agar mesin pikep dingin karena perjalanan masih jauh dan naik ke atas, sungguh tak terbayang, takut juga khawatir untuk meneruskan perjalanan. Semangat juang yang tinggi ternyata sanggup mengantarkan kami sampai ke tempat tujuan apalagi sepanjang jalan dihiasi lapak - lapak yang menjual petai, pisang, ubi merah, alpokat dan durian yang menumpuk, kata Mas Imron yang punya usaha membuat baglog mengatakan bahwa saat ini lagi musim durian. Keinginan melahap buah durian nan lezat harus ditunda sementara karena kami ingin mengambil baglog jamur dulu, pulangnya baru belanja dan makan durian sepuasnya.
        Tiba dirumah Mas Imron, satu persatu baglog jamur langsung dimasukkan ke bak pikep hingga penuh dan masih diberi bonus 5 baglog jamur yang sudah tumbuh tunas. Setelah semua selesai kami segera pamit dan sudah tak sabar mencicipi durian yang baru jatuh dari pohon yang pasti manis rasanya. Kami berhenti disebuah lapak dekat PPLH Seloliman, setelah ada kesepakatan harga dengan penjual durian maka aroma durian yang sedari tadi sangat menggoda, secepat kilat langsung dibelah   dan dimakan rame - rame sampai habis, tak terasa kulitnya yang berduri tajam sudah bertumpuk. Kami segera membeli beberapa untuk buah tangan, perjalanan menurun dan berkelok tajam sudah menanti didepan mata dan bagaimanapun harus dihadapi dengan penuh keberanian. Menuruni kelokan pertama lancar namun selanjutnya laju pikep sudah tak terkendali, pikep terus meluncur deras ke bawah padahal banyak tikungan tajam, saat itu saya belum tersadar karena saya pikir hanya gaya nyetirnya Bu Tri saja dan menghadapi turunan terakhir yang lebih curam dan panjang, Bu Tri mulai agak panik dan bilang remnya tidak berfungsi, baru saya pucat pasi karena dibawah terlihat sungai yang membentang dan terlihat beberapa orang melihat kami yang menurun dengan cepatnya, saya pikir semua akan berakhir di sungai tersebut. Dengan sigap Bu Tri membelokkan kemudi ke tempat aman yaitu jalan belokan yang agak landai dan kami sangat beruntung kondisi jalan sepi sehingga pikep bisa dibelokkan dengan aman.  Rasanya mak plonggg....kalimat syukur tiada berhenti terucap dari mulut kami. Itulah turunan terakhir yang telah berhasil kami lewati dan selanjutnya perjalanan dilalui dengan lancar sampai ditempat kami, perumahan Semolowaru Elok Surabaya.  
         Sampai dilahan belakang Balai RW 08 tempat budidaya Kelompok Tani Elok Mekar Sari, baglog jamur segera diturunkan dari pikep dan dipindah ibu - ibu ke dalam kumbung jamur. Baglogpun sudah tertata rapi semua di rak bambu dan nanti setelah baglog jamur warnanya putih semua atau miseliumnya sudah menyebar ke seluruh baglog maka sumpalan dimulut baglog, baru boleh diambil agar baglognya berproses sempurna dulu karena kalo sumpalan sudah terlalu dini diambil maka ketika air masuk ke dalam baglog maka baglog akan ditumbuhi lumut dan lama - lama baglog akan busuk, semut dan cacing akan masuk ke dalam baglog yang ujung - ujungnya panen yang dihasilkan tidak akan maksimal.  

                                          Perjalanan ke Trawas yang Luar Biasa Indahnya
1. Mobil Pikep Panas
2. Mengambil Air Jernih Langsung dari Mata airnya, Suegarr...
3. Sampai di Rumah Mas Imron, Pembudidaya Jamur Tiram dan Pembuat Baglog Jamur
4. Serunya Saat Belanja Buah

Rabu, 08 April 2015

Budidaya Lele Sangkuriang Sudah Dimulai

        Sebuah keputusan yang besar dan tergolong berani harus saya ambil ketika memutuskan mengganti kolam lele yang sejak mulai budidaya lele pada tahun 2013 memakai terpal dan sekarang menjadi kolam lele permanen. Ketika memakai terpal, hampir disetiap selesai panen lele, kami harus mengganti terpal karena berbagai sebab, pengaruh cuaca yang panas dan kering bisa membuat terpal rapuh hingga mudah robek juga gigitan tikus yang membuat terpal bocor dan yang lebih parah serta menyedihkan yaitu disaat belum waktunya panen, terpal ambrol karena beratnya beban air hingga terpal tak kuat menahannya. Walaupun sudah banyak yang memberi masukan agar membuat kolam permanen tapi saya tetap mempertahankan menggunakan kolam terpal karena untuk membuat kolam permanen, tentu membutuhkan dana yang besar hingga membayangkan saja, saya takut.
        Tapi segala ketakutan, langsung sirna ketika saya menyaksikan kejadian ambrolnya kolam terpal Kelompok Tani Elok Mekar Sari, mulai terpal yang mengelilingi kolam menggelembung besar dan akhirnya mengeluarkan suara keras ' blaaarrr ' dan rasanya semua sudah berakhir saat itu. Air kolam dengan derasnya keluar dari terpal bersama lele sangkuriang yang masih berumur 1 bulan, ibu - ibu sibuk menyelamatkan lele sedangkan saya hanya dingin terpaku karena kaget, kecewa dan sedih yang tiada terkira. Kolam tersebut kesayangan kami, airnya penuh, lelenya sehat dan gesit, saat memberi makan adalah saat yang paling ditunggu ibu - ibu yang piket karena lelenya berebutan makannya, sungguh merupakan hiburan tersendiri yang bisa menghilangkan penat setelah seharian bekerja keras hingga kami banyak menaruh harapan pada hasil panennya nanti. Akhirnya dengan tekad bulat, saya langsung gerak cepat yaitu sosialisasi ke anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari untuk memberitahukan rencana saya yaitu membuat kolam lele permanen dan saya mohon partisipasi anggota yang bisa berupa uang, bahan bangunan, makanan, minuman bahkan tenaga ataupun sekedar menengok disaat senggang dan pekerjaan besar tersebut akan dimulai besok pagi. Ternyata bak gayung bersambut, anggota begitu antusias membantu pembangunan kolam lele hingga pekerjaan yang berat terasa ringan dan cepat selesai. Ada yang menyumbang uang, membuatkan kopi, kue, nasi bungkus, buah dan banyak ibu - ibu yang setiap hari menengok pengerjaan kolam bahkan saat makanan dan minuman melimpah, kita bisa ikutan ngopi dan makan ditempat.
       Kolampun selesai sudah.... begitu gagah dan indahnya, halaman belakang Balai RW 08 terlihat semakin teduh dan asri hingga membuat siapapun betah duduk - duduk sambil bercerita segala hal. Kemudian kolam diisi air hingga tingginya 80 cm dan dikondisikan agar siap untuk dimasuki bibit lele. Setelah hampir 2 minggu menunggu, kolam sudah dipenuhi jentik - jentik dan berarti kolam sudah siap diisi bibit lele sangkuriang. Lele sangkuriang dipilih karena daya tahan tubuhnya bagus, tingkat kematian awalnya sangat rendah bahkan nol dan waktu panennya bisa lebih cepat dibanding jenis lele lainnya. Mas Yuedy Prasastyo dari Krian yang direkomendasikan oleh Penyuluh Pertanian kami sebagai pendamping kami dalam berbudidaya lele karena beliau adalah pembudidaya lele yang sudah berhasil dan tidak pelit ilmu juga selalu telaten melayani pertanyaan dari kami. Usaha pembenihan yang dilakukannya sudah berkembang dan kini sudah menambah kolamnya di daerah Wiyung. Benih lele yang kami pesan, akhirnya sudah ditebar dikolam baru kami dan kami sangat optimis 2 bulan lagi Kelompok Tani Elok Mekar Sari akan panen raya lele sangkuriang !
                       Selamat Tinggal Kolam Terpal dan Selamat Datang Kolam Permanen !
                                 Kolam Lele Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang Baru
                Pengisian Benih Lele Sangkuriang Ukuran 9 cm oleh Mas Yuedy Prasastyo