laman

Selasa, 15 Oktober 2013

Kunjungan Mahasiswa ITS Surabaya

      Mengawali Bulan Oktober yang ceria ini, saya begitu dikejutkan oleh kedatangan dua dara yang manis dan tak kenal menyerah, walau harus mencari lokasi Kelompok Tani Elok Mekar Sari sampai ke kantor Kelurahan Semolowaru tapi tetap bersemangat menemukannya. Inilah gambaran generasi muda kita, tidak mengenal kata putus asa dan selalu berusaha sekuat tenaga mewujudkan keinginan juga cita - citanya, ini yang saya suka. Mereka mewakili kelompok tugas yang terdiri dari 6 mahasiswa yang 2 diantaranya adalah mahasiswa dari Malaysia, mereka berasal dari jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ( ITS ), tujuan kedatangannya adalah untuk menyelesaikan tugas besar dari mata kuliah Otomasi Industri yaitu membuat mesin untuk mempermudah kerja mengolah hasil pertanian dan kelautan. Rencana awalnya, mereka akan membuat alat pengering rumput laut tetapi lokasinya jauh yaitu di Sumenep, Madura, setelah melihat blog Kelompok Tani Elok Mekar Sari tentang produk olahan dari rumput laut, diantaranya dodol rumput laut, permen rumput laut dan manisan kering rumput laut, akhirnya mereka tertarik membuat mesin pengering olahan tadi, mengingat selama ini kami hanya mengandalkan tenaga surya untuk proses pengeringan, apabila musim kemarau tidak ada masalah tetapi bila musim hujan waktu pengeringan akan lebih lama dan menguras tenaga kita untuk menjaga dan memantau penjemuran karena letak penjemurannya selain dilantai atas juga diatas garasi untuk itulah guna memudahkan proses penjemuran, akan dibuatkan alatnya. Saya akhirnya menyetujui kedatangan mereka pada hari jumat tgl 11 Oktober 2013 jam 09.00 WIB di halaman belakang Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru untuk praktek membuat Dodol Rumput Laut.
      Pagi ini semua peralatan dan bahan untuk praktek sudah disiapkan, ibu - ibupun sudah berdatangan dan langsung duduk diatas tikar sambil membuka bekal kue yang sudah disiapkan dari rumah masing - masing. Setiap ada acara termasuk pertemuan rutin di Kelompok Tani Elok Mekar Sari, pengadaan konsumsi memang swadaya dari anggota dan tidak memaksa jadi biasanya makanan yang terkumpul beraneka macam warna dan rasa sampai banyak yang tersisa, lucunya kadang beberapa orang membawa makanan yang sejenis, misalnya jajan onde - onde dibawa oleh 2 orang dan aneka gorengan bisa dibawa bersamaan 3 orang dan lucunya walaupun sudah ditentukan temanya hanya kue dan minuman tetap ada yang membawa sepanci besar ayam bumbu lodho yang merupakan masakan khas Tulungagung yang terkenal itu. Walaupun agak telat para mahasiswa ITSpun akhirnya datang juga, mereka mohon maaf atas keterlambatannya dikarenakan masih menunggu karena ada yang belum selesai mengikuti perkuliahan, kalaupun ditinggal nanti tidak tau lokasi yang akan dituju. Pertemuan Kelompok Tani kali ini saya buka, sambil mempersilakan wakil dari kelompok mahasiswa ITS memperkenalkan diri dan tujuan kedatangan mereka kesini, untuk mempercepat acara saya langsung memanggil Bu Eko Supra untuk memandu praktek membuat dodol rumput laut. Semua begitu antusias mengikuti langkah - langkah pembuatan dodol, terutama Frangky salah satu mahasiswa ITS yang berasal dari Malaysia terlihat banyak mencatat dan memperhatikan setiap step by stepnya. Mulai bahan rumput laut yang sudah dihaluskan, gula, fruktus, pewarna kue dan perasa kue, air diaduk terus didalam panci sampai meletup - letup lalu dituang diloyang kemudian diangin - anginkan supaya adonan cepat mengeras dan baru bisa dipotong - potong sesuai selera. Akhirnya selesai sudah praktek membuat dodol rumput lautnya, sambil menunggu adonan keras, kami semua menikmati aneka kue dan minuman serta makan siang dengan menu spesial ayam bumbu lodho yang super pedas buatan Mbak Yatiek. Tapi bila ada yang kepedasan dijamin tidak perlu kuatir karena sudah tersedia penawarnya yaitu satu kaleng besar kerupuk putih yang siap menghapus rasa pedas yang mengganggu. Yang terjadi malah, gara - gara kepedasan kami jadi tambah nasi terus, kadang diseling makan gorengan agar pedasnya berkurang. Ada es teh satu ceret juga habis, kopi susu satu tekopun bersih tak bersisa, tetap tak mampu menghilangkan rasa dahaga yang teramat sangat menyiksa, harapan terakhir tinggal pada air minum gelas yang tersedia.
      Pertemuan di Poktan kali ini terasa berbeda dan berwarna karena ada warga asing yang turut serta, sehingga sepanjang pertemuan banyak candaan yang terlontar karena muncul bahasa - bahasa yang lucu dan terasa asing ditelinga kita, misalnya kue onde - onde kalau di Malaysia disebut kue bom, mungkin karena bentuknya yang seperti bom. Bu Tamar yang mempunyai rasa keingintahuan yang besar, nempel terus kayak perangko dan banyak bertanya terjemahan Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Malaysia, kamipun yang melihat dan mendengar beliau menirukan Bahasa Malaysia menjadi terpingkal - pingkal. Dasar Bu Tamar, bukannya menjadi malu tapi sebaliknya beliau menjadi tambah semangat karena banyak yang memperhatikannya. Apalagi salah satu mahasiswa ITS yaitu Ryan berjanji kapan - kapan kalau ada tamu asing akan diajak ke Kelompok Tani Elok Mekar Sari, karena menurutnya suasana disini sangat kekeluargaan dan menyenangkan sekali sehingga merupakan pilihan yang tepat bila dikunjungi tamu dari manapun. Hooreeeee.....
      Berhubung sampai pertemuan berakhir, dodol rumput laut belum kering, mereka berjanji datang lagi besok siang untuk melihat proses pemotongan dan penjemuran dodol. Sebelum mereka pulang, ibu - ibu membawakan buah tangan yaitu dodol, permen, manisan kering, sabun mandi, cream, lotion dari bahan rumput laut juga rempeyek kacang dan kue - kue. Pesan kami kepada mereka yaitu nanti jangan rebutan oleh - oleh kalau tiba di kampus.  


Belajar seputar budidaya lele dalam kolam terpal
           

Makan siang yang rame dan ekstra hot


Gerakan cuci piring



Keesokan harinya





Senin, 07 Oktober 2013

Roadshow Pahlawan Ekonomi di Kecamatan Rungkut

      Mengawali minggu pertama di Bulan Oktober kami berlima yaitu saya, Bu Rini, Bu Eko Supra, Bu Mukhtamaroh dan Bu Ermien, berniat melihat acara Roadshow Pahlawan Ekonomi di Kecamatan Rungkut yang terkenal mempunyai tim yel - yel yang kompak dan gerakannya dinamis juga pembuatan seragamnya yang kreatif dari bahan daur ulang sampah kering yang beraneka jenis dijadikan bermacam hiasan, misalnya botol air mineral dijadikan bunga mekar warna - warni beserta daunnya sehingga membuat orang takjub melihatnya. Sekitar jam 07.00 WIB, kami baru tiba di Taman Kunang - Kunang dekat Rumah Susun Penjaringan karena Bu Tamar sebagai guide, ternyata salah masuk jalan karena jalan yang dimasuki adalah jalan buntu, akhirnya muter lagi dari awal. Walaupun dengan menggerutu dan ngomel akhirnya sampai juga di lokasi acara. Dari halaman parkir sudah terdengar suara hentakan musik dangdut nan menggelora yang sanggup melupakan kepedihan dan kegalauan dihati walau hanya sejenak. Iramanya mengajak kita terus bergerak dan bergoyang caisar yang memang lagi mewabah dimana - mana, tua -  muda, kaya -  miskin, pejabat -  rakyat semua siap beraksi. Terlihat stan - stan sudah siap dan tertata rapi, menampilkan makanan dan minuman unggulan, diantaranya lontong pecel, es blewah, es campur, kue kering, kue basah juga aneka kerupuk yang kehadirannya bisa meramaikan suasana. Selain itu ada kain batik mangrove dan berbagai olahan dari mangrove serta aneka macam handicraft yang unik dan menarik. Semua transaksi pembelian dilakukan dengan menggunakan Voucher Belanja yaitu satu kupon senilai sepuluh ribu rupiah. Jadi kalau kita belanjanya kurang dari sepuluh ribu rupiah, tetap membayar dengan voucher belanja tapi kita dapat kembalian dari penjual produk, dan potongan kupon akan diundi diakhir acara.
      Sambil melihat peserta lomba yel - yel berlatih, mereka merupakan utusan tiap kelurahan se Kecamatan Rungkut, kami terus berkeliling dan melihat produk unggulan tiap-tiap stan, bila ada yang menarik hati langsung kami beli. Ternyata kami semua sepakat membeli sepincuk lontong pecel, untuk mengisi perut kami yang sudah dari tadi, merintih minta diisi. Setelah melahap sepincuk lontong pecel dan segelas es blewah segar, acara belanja bisa dilanjut kembali, akhirnya lapar perut teratasi, tiba saatnya kami memanjakan mata. Ada Bu Tamar dan Bu Eko yang sibuk memborong bros dan krupuk, saya terus bersemangat jepret sana sini karena takut kehilangan meriahnya suasana Roadshow. Bu Rismapun ( Walikota Surabaya ) akhirnya tiba, beliau langsung disambut tari pembuka oleh pegawai Kecamatan Rungkut yang cantik - cantik terus dilanjutkan goyang caisar masal, dari anak - anak sampai nenek - nenek turut larut berjoged bersama, sehabis acara Bu Risma membagikan buku tulis kepada anak - anak yang tadi berani tampil berjoged di depan. Selanjutnya Bu Risma langsung berkeliling dari stan yang satu ke stan yang lain, sedangkan acara di panggung yaitu lomba goyang caisar antar kelurahan se Kecamatan Rungkut. Satu persatu tim dari masing - masing kelurahan tampil bersemangat dan kompak, menampilkan kepiawaiannya dalam bergoyang caisar bahkan pak lurah dan pak RWnya ikut bergoyang bersama yang tak lupa sembari memberi sawerannya. Sayapun diam termangu melihat penampilan ibu - ibu yang begitu heboh, sangat imajinatif dan kreatif, pokoknya sangat menginspirasi saya. Tak terduga kami bertemu Bapak Fikser yang dulu sebagai camat Sukolilo, kini menjadi Kabag Humas Pemkot Surabaya, beliau masih seperti dulu sangat familier, ramah dan selalu murah senyum. Setelah beramah tamah sebentar, beliaupun berpamitan tapi seperti biasa kami meminta beliau bersedia berfoto dulu bersama.
       Undian doorprize sudah dimulai, semua siap dengan nomor kuponnya, berharap dapat hadiah dari panitia. Blaaaarrr...yang keluar kupon milik Bu Eko Supra !  Yaitu satu paket berisi aneka sabun cair warna warni, produk home industri. Saat Bu Risma memberikan sambutannya, beliau menegaskan bahwa keberanian perlu ditanamkan sejak kecil, untuk itulah beliau sangat senang melihat banyaknya anak - anak yang tadi berani tampil di depan untuk berjoged caisar dengan penuh semangat. Juga hal apapun yang dilakukan orang tua akan mudah ditiru anak - anaknya, untuk itulah kita harus memberikan contoh perbuatan yang baik dan bisa berguna untuk sesama.
       Mengingat panas matahari semakin terik, akhirnya kami putuskan untuk pulang, dengan banyak membawa cerita dan berita yang akan kami bagikan besok, di Kelompok Tani Elok Mekar Sari.    






Bersama Bapak Fikser, mantan Camat Sukolilo yang sekarang menjadi Kabag. Humas Pemkot Surabaya
Horeeee, Bu Eko Supra mendapat hadiah doorprize