laman

Minggu, 27 April 2014

Ikut Gelar Produk Dinas Pertanian Kota Surabaya

           Bahagia tiada terkira saat diijinkan oleh panitia acara Gelar Produk Pertanian dan Perikanan Kota Surabaya bahwa Kelompok Tani Elok Mekar Sari bisa membawa perlengkapan gelar produk sendiri, yaitu tenda, meja dan kursi. Ketika saya menyampaikan di forum terbuka yang dihadiri seluruh binaan Dinas Pertanian Kota Surabaya, saya semula agak ragu akan disetujui karena semua tenda yang akan dipasang milik Dinas Pertanian Kota Surabaya sedangkan tenda kami bertuliskan kelompok tani kami. Alasan yang lain produk kami banyak ragamnya dan memakan tempat, misalnya ada rombong bakso, tempat membakar sate jamur dan meja untuk hasil olahan lain padahal satu kecamatan akan mendapatkan jatah satu tenda yang dipakai untuk 3 kelompok tani yang setahu saya kelompok tani di Kecamatan Sukolilo yang terpilih adalah Kelompok Tani Elok Mekar Sari dari Kelurahan Semolowaru juga Kelompok Tani Bahari Karya dari Kelurahan Medokan Semampir dan Kelompok Tani Tegal Makmur dari Kelurahan Keputih, semuanya mempunyai produk yang banyak, baik sayuran segar maupun hasil olahannya juga antusias anggotanya untuk ikut ke acara ini sangatlah besar, itulah yang membuat saya berani menyampaikan keinginan saya untuk membawa tenda dan perlengkapannya sendiri. Ternyata keinginan saya langsung diapresiasi oleh panitia, bahkan mereka berharap seandainya semua kelompok tani di Kota Surabaya seperti Kelompok Tani Elok Mekar Sari, maka kerja panitia akan semakin ringan.
           Kelompok Tani Elok Mekar Sari mempunyai 2 tenda berwarna hijau pupus yang dibeli dari Kas Kelompok Tani Elok Mekar Sari dan Sumbangan Sukarela Warga RW 08 Kelurahan Semolowaru yang tidak mengikat. Tenda yang satu dipasang dibelakang Balai RW 08 Kelurahan Semolowaru sedangkan yang satunya dipakai untuk kegiatan diluar, misalnya saat mengikuti bazar di Kelurahan Semolowaru. Tenda yang kokoh tersebut merupakan lambang kebanggaan kami karena disitu ada nama kelompok tani kami yang terbeli dari cucuran keringat dan hasil kerja keras kami yang selalu bersemangat membuat olahan dan memasarkan kemana - mana. Banyak tamu penting yang sudah merasakan keteduhannya, baik dari Dinas Pertanian Kota Surabaya, Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal, Mahasiswa, Instansi Pemerintah, Media, warga bahkan tamu dari Dharma Wanita Persatuan Pusat ingin diphoto dibawah tenda kami dan meminta agar kelihatan tulisan Kelompok Tani Elok Mekar Sari di tenda tersebut.
           Sejak diijinkan membawa tenda ke Taman Surya, kami sudah tak sabar menunggu saat membawa dan memasangnya disana. Hari sabtu sore yang dinanti tiba juga, saya dan Bu Sonya duduk dibelakang bak pikep bersama tenda, meja dan rombong bakso sedangkan Bapak Sugiarto dan Mbak Yatik duduk di depan, betapa bahagia dan bangganya kami akhirnya tenda kami bisa terpasang di Taman Surya, Surabaya. Tiba di sana sudah langsung dibantu oleh Penyuluh Pertanian kami yaitu Mas Andri juga panitia dari Dinas Pertanian Kota Surabaya. Tak berapa lama tendapun sudah berdiri kokoh disitu dan kamipun bergegas pulang untuk menyiapkan acara besok pagi.
           Setelah melakukan persiapan berhari - hari, pagi ini merupakan ajang pembuktian bagi kami untuk menunjukkan semua potensi dan hasil kerja keras kami selama ini. Ada 4 budidaya yang kami kerjakan selama ini dan kami kenalkan disini yaitu budidaya jamur tiram, budidaya lele dalam kolam terpal, budidaya jangkrik dan budidaya sayuran urban farming beserta hasil olahannya. Juga ada bidang usaha yang paling besar sumbangannya untuk menggelembungkan kas Kelompok Tani Elok Mekar Sari yaitu Bazar karena semakin kita rajin mengikuti bazar semakin banyak pula rupiah yang masuk ke kas kita dan tentu saja pendapatan anggota juga akan bertambah serta produk kita akan lebih dikenal orang. Di Kelompok Tani Elok Mekar Sari, bila ada pengeluaran yang besar, baik untuk pengembangan budidaya atau pembelian dalam jumlah nominal yang besar seperti pembelian tenda, kami ambilkan dari Kas Bazar yang memang bisa diharapkan dan diandalkan keberadaannya. Apalagi Kas Bazar ini digawangi oleh Bu Rini Ariyanti yang begitu teliti dan telaten mengurus keuangan bazar yang njelimet karena banyaknya produk yang dihasilkan anggota tapi beruntung tidak ada kendala di lapangan karena beliau adalah mantan karyawati sebuah bank di Surabaya yang tentu saja lebih mumpuni dalam membukukan keuangan kami.
           Semua sudah tertata dan terisi produk kami dan ibu - ibu sudah siap ditempatnya masing - masing, tim sate jamur segera membakar satenya yang bau harumnya segera menyebar ke seluruh arena bazar di Taman Surya, pembelipun langsung berjubel dan berebut membeli, tak berapa lama sekitar 600 tusuk sate jamur ludes diserbu pembeli. Rombong bakso rumput lautpun tak kalah ramenya juga produk yang lain sehingga suasana stan kami tambah sesak dan berjubel serta hiruk pikuk membuat stan kami tambah semarak. Kehadiran Bu Risma ( Walikota Surabaya ), Bapak Fikser ( Kabag Humas Pemkot Surabaya ) yang dulunya Camat Sukolilo, Bapak Sumali ( Sekcam Kecamatan Sukolilo ) yang juga Lurah Semolowaru dan tamu - tamu yang lain di stan kami, sanggup membangkitkan semangat kami untuk terus bekerja keras dan berkarya. Rasanya setelah kehadiran mereka yang sangat mengapresiasi kerja keras kami, sanggup menghapus rasa capek, lelah serta kantuk yang menyerang kami karena semalam masih harus begadang sampai pagi untuk menyiapkan semuanya, seakan terbayar sudah dengan kedatangan, perhatian dan sapaan dari beliau semua. Lebih bahagia lagi, hasil penjualan kami pada hari ini adalah sekitar 2 juta rupiah !!!  
           Ajang gelar produk yang diadakan Dinas Pertanian Kota Surabaya seperti ini sangat bermanfaat sekali, selain Walikota Surabaya beserta jajarannya mengetahui perkembangan serta kemajuan dari binaan Dinas Pertanian Kota Surabaya juga masyarakat luaspun bisa mengetahui bahwa di Surabaya yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, ternyata mempunyai banyak kelompok tani yang produktif. Bagi kami acara seperti ini bisa lebih mengenal dengan dekat kelompok tani yang lain beserta produk yang dihasilkan sehingga bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman juga bisa menjalin kerja sama dalam memasarkan produk. Dan yang tak kalah pentingnya kita bisa mengukur kemajuan dan keberhasilan kelompok tani kita dibanding dengan yang lain, jadi di acara ini bisa terlihat kelebihan dan kekurangan kita sehingga kita bisa belajar dari mereka yang lebih berhasil dari kita. Semoga acara ini terus diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya sehingga bisa kami jadikan penyemangat dalam bekerja dan berkarya.

                                                 Berbagai Persiapan Sebelum Acara
1. Membuat Nugget Lele
2. Membuat Rengginang Lele dan Jangkrik
3. Membuat Sate Jamur
4. Menyiapkan Jamur Tiram yang Mekar
5. Memasang Tenda Kelompok Tani Elok Mekar Sari di Taman Surya, Surabaya
Saatnya Gelar Produk Pertanian dan Perikanan Kota Surabaya
Acarapun Telah Usai




Kamis, 17 April 2014

Seminar Wirausaha: Strategi Cerdas Bebas Finansial

      Ada 6 UKM yang ditugasi Kecamatan Sukolilo untuk berpartisipasi sebagai peserta seminar Entrepreneur di Hotel Plaza Surabaya dengan pembicara Among Kurnia Ebo. UKM Elok Mekar Sari mendapat undangan untuk 3 orang yang berangkat yaitu saya, Bu Sonya Meri Lilo dan Bu Siti Tri Muljani. Latar belakang diadakan seminar kewirausahaan ini adalah semakin banyaknya orang yang memilih bidang entrepreneurship sebagai profesi prospektif di masa depan. Dunia kewirausahaan tidak boleh dilakukan secara asal - asalan karena penuh tantangan dan hambatan, jika tidak memahami ilmunya maka akan mengantarkan kita pada kegagalan. Untuk itulah dalam seminar ini akan dibagikan ilmu - ilmu kewirausahaan yang bisa langsung diaplikasikan secara praktis dalam dunia bisnis yang diterjuni sehingga jalan untuk mencapai kesuksesan akan cepat terwujud.
      Acara langsung dibuka dengan penampilan Bapak Among Kurnia Ebo yang santai dan tenang saat memberikan materi tentang kewirausahaan, diantaranya adalah Bagaimana cara menentukan pilihan bisnis yang akan dilakukan yaitu memulai dengan yang sudah ada atau yang sudah dimiliki, selalu berpikir positif, melakukan dengan serius, percaya bahwa semua orang berpotensi hidup lebih baik dan ikut seminar. Apabila ingin menolong orang, jangan dengan uang melainkan dengan ilmu untuk memanfaatkan peluang berusaha. Agar karyawan tetap loyal pada kita, yang harus dilakukan adalah memperhatikan nasib karyawan dan selalu mengajak atau melibatkan mereka dalam melakukan segala sesuatu. Untuk pebisnis dianjurkan sering jalan - jalan karena bisa mendapatkan inspirasi. Bisnis akan sukses, bila mengetahui kuncinya yaitu mempunyai ilmu, memiliki komunitas yang bisa dijadikan tempat berbagi, bila ada masalah bisa dibantu dan kita bisa belajar dari permasalahan orang lain juga memudahkan kita mendapat info bisnis terbaru dan sarana promosi yang murah dan efektif dan yang terakhir kita harus punya mentor sebagai tempat up grade ilmu dan konsultasi. Sedangkan teknik membuka bisnis yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi ( ATM ) misalnya, bentuk wadah, nama, kata - kata menarik ( Tagline ) sehingga mendorong orang untuk datang dan membeli semua. Dengan up grade ilmu, akan membuka wawasan kita dan pelajaran bisa langsung diaplikasikan.
      Dengan berakhirnya acara diharapkan kami dari UKM bisa termotivasi untuk giat berusaha dan selalu berpikir optimis dalam berwirausaha tanpa pantang menyerah.


Rabu, 16 April 2014

Pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari

      Mendung dilangit mulai terlihat semakin pekat, rasa kuatir mulai menyelimuti pikiran tatkala ingat bahwa pagi ini ada pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari. Bisa dibayangkan apabila hujan benar - benar turun ke bumi, ibu - ibu akan memilih berdiam dirumah, menikmati secangkir teh hangat sambil menonton televisi terasa lebih menyenangkan daripada mengikuti pertemuan kelompok tani, apalagi bila hujan deras tempatnya menjadi becek dan kotor. Ternyata dugaan dan bayangan saya salah besar karena satu - persatu ibu - ibu sudah datang sambil membawa bungkusan kue atau sayur untuk konsumsi pertemuan hari ini. Bila ada acara rapat, diskusi ataupun pertemuan kelompok, konsumsi memang dari swadaya anggota akibatnya konsumsi sering melimpah dan lucunya macamnya bisa sama semua, misal satu bawa gorengan yang lain bawa juga, jenisnya juga sama dan ternyata belinya ditempat yang sama pula bahkan pernah pada pertemuan kelompok, kue satupun tidak ada yang bawa karena semua bawa sayur dan lauk tetapi semua yang tersedia tetap disyukuri dan wajib dihabiskan. Itulah yang membuat hubungan kami semakin erat karena apapun adanya selalu jadi bahan ketawa yang tidak ada habisnya kalau diceritakan. Tak berapa lama, Penyuluh Pertanian kamipun datang walaupun beliau agak kurang enak badan tapi tetap semangat datang dan siap membagikan ilmunya kepada kami, seiring guyuran hujan yang semakin deras akhirnya kami putuskan pertemuannya dipindah ke rumah Bu Rini Ariyanti dengan alasan rumahnya paling dekat dengan Balai RW 08 juga terasnya lapang sehingga muat untuk menampung kami semua. Kami menikmati saja keadaan penghujan begini, yang penting pertemuan kelompok tetap bisa berjalan lancar karena banyak pengumuman yang harus saya sampaikan kepada anggota juga Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukolilo.
       Acara dibuka oleh Bu Eddy, kemudian diserahkan pada saya yang menjelaskan tentang kegiatan yang sudah diikuti oleh Kelompok Tani Elok Mekar Sari yaitu ikut kegiatan pengembangan ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur pada tanggal 14 April 2014 di Hotel Utami Sidoarjo. Yang diundang adalah UKM Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan ( P2HP ) se Jawa Timur, Surabaya menunjuk 2 kelompok untuk mengikuti acara tersebut yaitu dari Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang diwakili oleh Mbak Ely Amalia dan Kecamatan Rungkut.
        Sekilas tentang Poklahsar ( Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan ) Kota Surabaya sebagai wadah dan forum komunikasi untuk meningkatkan informasi para pelaku usaha tersebut, yaitu bisa menambah teman dan jaringan usaha. Setiap bulan ada pertemuannya dan kesempatan bagi anggota untuk mengisi bazaar di Pasar Tani Bulog, setiap hari Jumat dan Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur, satu bulan sekali. Ketua Poklahsar Kota Surabaya adalah Bapak Saifuddin dan beliau mengajak anggota Kelompok Tani Elok Mekar Sari ikut setiap ada pertemuan Poklahsar yang tempat pertemuannya setiap bulan selalu bergantian antar anggota jadi sewaktu - waktu kami akan menjadi tuan rumah acara tersebut. Sedangkan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu mengikuti Seminar Entrepreneurship dengan pembicara Bapak Among Kurnia Ebo yang mengusung materi Pentingnya Ilmu Kewirausahaan, Agar Kita Tidak Mengalami Kegagalan. Acaranya berlangsung pada tanggal 17 April 2014 di Hotel Plaza Surabaya, kami bertiga yaitu saya, Bu Siti Tri Muljani dan Bu Sonya Meri Lilo mewakili Kelompok Tani Elok Mekar Sari dikirim oleh Kecamatan Sukolilo bersama 3 UKM lainnya.
         Kemudian dilanjutkan pemberian materi oleh Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukolilo yaitu Mas Andri Ruswahono, A. MD yang membawakan judul materi tentang Hama Tikus. Sebagai pendahuluan dijelaskan bahwa Tikus dianggap musuh masyarakat karena penyebab penyakit, kotor dan perusak. Tikus bisa ditemukan dimana - mana dan perkembangannya sangat pesat sekali. Cara mengusir dan membasmi tikus secara alami yaitu :
 1.Jangkrik, suaranya yang nyaring tidak disukai tikus.
 2.Memelihara kucing yang bisa memangsa tikus.
 3.Bau buah mengkudu yang sudah tua dan menyengat tidak disukai tikus
 4.Potongan kulit durian yang ada durinya dan bau menyengat membuat tikus pergi dari rumah.
 5.Kapur barus ( Kamper ) yang sudah dihaluskan, ditaruh ditempat - tempat yang sering dilalui tikus niscaya     tikus akan pergi.
        Alasan dipilih cara yang alami karena selain biayanya relatif murah juga resiko yang ditimbulkan sedikit dibanding cara lama yang pada awalnya efektif namun bisa membahayakan kita. Misalnya racun tikus yang ditaruh sembarangan bisa membunuh binatang peliharaan bahkan manusia juga bisa terbunuh.