laman

Senin, 14 September 2015

Dua Tamu Ganteng di Pertemuan Kelompok Tani EMS

                 Pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari pada bulan ini dilaksanakan pada siang hari, tepatnya menjelang makan siang karena akan datang 2 tamu yaitu dari Bank BRI Unit Rungkut Asri Surabaya dan pengusaha budidaya lele sangkuriang yang sukses dari Sidoarjo yang akan memberikan informasi berkaitan dengan tugasnya. Pertemuan siang ini didampingi Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kota Surabaya yang bertugas di Kecamatan Sukolilo yaitu : Bu Nani Sri Hestuti, A. Pi. Beliau menjelaskan bahwa tanggal 4 Oktober 2015 akan digelar kembali Bazar Poduk Pertanian di Taman Surya Surabaya, mulai jam 06.00 WIB dan semua UKM binaan Dinas Pertanian Kota Surabaya yang sudah dipilih oleh masing - masing PPLnya dan menyatakan bersedia ikut bazar harus datang pada acara tersebut karena bila sudah terdaftar ikut tapi tak ada maka sanksinya namanya akan dicoret dari peserta bazar dan parahnya, sudah tidak bisa mengikuti Bazar Produk Pertanian lagi. Sebetulnya yang lebih berat adalah tercorengnya nama kita karena sebagai pelaku usaha, mempunyai nama baik adalah modal utama dalam mengembangkan usaha.
                 Saya melaporkan omzet yang didapat dari Bazar Produk Pertanian pada bulan ini lumayan banyak hingga kasnya kelompok juga ikut bertambah gembul juga attensi yang luar biasa dari pengunjung tentang budidaya jamur juga olahan jangkrik krispi yang bisa dicoba gratis disini hingga mata yang tinggal 5 watt karena semalaman tidak tidur untuk membuat beragam olahan mendadak menjadi segar kembali, ngantuknya ilang plas begitu kami dicecar pertanyaan dari pengunjung yang bertubi - tubi. Pengunjung bukan hanya dari warga Kota Surabaya namun ada yang datang dari Riau, Sidoarjo, Gresik, mereka mendengar dari siaran Radio SS Surabaya juga dari Jawa Pos hingga tertarik datang, juga penasaran dengan jangkrik krispi, camilan ekstrem dari Surabaya. Jangkrik Krispi yang dijual dengan harga Rp 20.000,- per bungkus, akhirnya ludes diserbu pembeli dan bagi pengunjung yang masih penasaran, kami menyarankan untuk membeli di Sentra UKM MERR yang dijual dengan harga yang sama.
                Tak lupa saya sampaikan tentang rencana kedatangan siswa - siswi SMA Citra Berkat Surabaya ke Kelompok Tani Elok Mekar Sari untuk berlatih membuat olahan jamur tiram, yaitu jamur krispi, sate jamur, bakso jamur, tahu bakso jamur, siomay jamur, nugget jamur dan abon jamur juga belajar budidaya jamur tiram, jangkrik dan lele sangkuriang yang nantinya mereka akan membuat laporan. Rencananya ada 100 murid beserta guru pendamping yang akan datang pada tanggal 2 Oktober 2015.
                Terakhir, saya ungkapkan tentang rencana merayakan ulang tahun Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang ke - 4 di Kota Blitar pada Bulan Desember 2015. Sebelumnya, kami merayakan ulang tahun ke - 1 di Jogjakarta, ke - 2 di Tretes, ke - 3 di Jogjakarta yang biaya transportasi dan penginapan ditanggung Kas Kelompok Tani Elok Mekar Sari. Ibu - ibu yang sudah bekerja keras selama setahun baik dibidang budidaya, administrasi, diplomasi bahkan sudah terlatih dan tangguh di lapangan dengan ikut dari bazar ke bazar, sekarang sudah waktunya menikmati hasil jerih payahnya yang tak kenal kata lelah dan menyerah.                
                Tamu ganteng pertama datang dari BRI Unit Rungkut Asri Surabaya yaitu Mas Sandy Eko Yuliano yang memberikan informasi tentang adanya dana pinjaman KUR ( Kredit Usaha Rakyat ) dengan bunga rendah yang digulirkan oleh Bank Rakyat Indonesia untuk UMKM yang bergerak dibidang makanan. Adanya KUR diharapkan mampu mengatasi problem yang melingkupi perkembangan UMKM, yakni prosedur yang berbelit, dengan KUR semua berjalan mudah dengan pendampingan lapangan, persyaratan yang cukup mudah dan prosesnya cepat hingga pelaku usaha kecil merasa terbantu karena tidak menyita waktunya bekerja. Dana pinjaman KUR dari BRI merupakan suntikan modal untuk mengembangkan usaha yang sedang dirintis UMKM.
                 Mas Yuedy Prasastyo, pengusaha budidaya lele sangkuriang dari Sidoarjo yang kebetulan sedang mengirim benih lele sangkuriang beserta pakannya ke Kelompok Tani Elok Mekar Sari sekaligus saling tukar pikiran tentang budidaya lele :  mulai penebaran benih awal, pemberian pakan, penanganan pasca panen, inovasi olahan lele dan sekilas pengetahuan tentang kolam bundar ( kolbun ) yang sekarang banyak diperbincangkan dikalangan pembudidaya lele juga lingkup bidang perikanan bahkan ketika saya diundang workshop peternakan tingkat Provinsi Jawa Timur, peserta perwakilan dari masing - masing kabupaten / kota sudah ramai memperbincangkannya.  

Suasana Pertemuan Kelompok Tani Elok Mekar Sari, Tampilan Sederhana Tapi yang Dibahas Masalah Besar 
Mas Sandy Eko Yuliano dari Bank Rakyat Indonesia
Mas Yuedy Prasastyo, Pengusaha Lele Sangkuriang dari Sidoarjo
Tebar Benih Lele Sangkuriang
Ayooooo...Makan Siang Rame - Rame


Kamis, 10 September 2015

Persiapan Kemitraan dg Pengusaha Skala Nasional

             Setelah pertemuan pertama berhasil mempertemukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) Kota Surabaya yang dipilih oleh Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Kota Surabaya karena dinilai berpotensi dengan pengusaha berskala nasional bisa berjalan lancar juga tersirat minat yang besar dari pengusaha untuk membantu mengembangkan potensi produk UMKM Kota Surabaya agar mampu bersaing di tingkat lokal maupun global maka diagendakan ada pertemuan - pertemuan lanjutan yang bisa dijadikan tempat tukar pikiran dan membuka wawasan bagi para pelaku usaha. UKM Elok Mekar Sari yang dipilih untuk menjalin kerjasama dengan PT. Wonokoyo Group ( PT. Wonokoyo Group juga memproduksi nugget ) terutama untuk pengembangan produk frozen food yaitu produk makanan olahan beku dari UKM Elok Mekar Sari, misalnya nugget lele, nugget dory, tahu bakso, bakso dan lain - lain, sehingga diskusi kecil yang kami lakukan sangat klop dan nyambung, mulai dari mengenal bahan nugget, gambaran pasar produk frozen food yang sangat besar dan merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan walaupun hanya usaha rumahan dengan modal kecil namun keuntungannya bisa berlipat. Bapak Rumboko sebagai perwakilan dari PT. Wonokoyo Group, banyak memberikan masukkan pada kami tentang perlunya mengetahui perbedaan tugas antara produsen dan marketing, yaitu tugas produsen yang penting adalah membuat produk yang enak, sedangkan tugas marketing adalah yang penting barang terjual sehingga dibutuhkan ilmu yang berbeda. Beliau juga akan mengajari, bagaimana cara menjual produk frozen food agar cepat laris. Nantinya dengan kerja sama ini, UKM Elok Mekar Sari akan dibantu akses pasar, dibantu meningkatkan mutu produk dan nilai tambah kemasan, mengikuti pelatihan, magang, studi banding dan konsultasi. Kesepakatan bersama ini akan berlaku selama 1 tahun sejak ditandatangani MoU dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
             Bapak Djoko Sudarto, Kepala Bidang Kerja Sama dari Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Kota Surabaya, mengingatkan bahwa membuat makanan olahan sangat rawan, untuk itu harus hati - hati sehingga tidak merugikan orang lain dan tidak berurusan dengan hukum. Untuk langkah selanjutnya adalah penandatanganan Memorandum of Understanding ( MoU ) antara PT. Wonokoyo Group dengan UKM Elok Mekar Sari yang akan dilaksanakan tanggal 23 September 2015. Ayo Kerja !

Suasana Acara Temu Usaha Lanjutan di Kantor Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Kota Surabaya
Acara Dipandu oleh Kepala Bidang Kerja Sama BKPPM Kota Surabaya, Bapak Djoko Sudarto
                                       PT. Wonokoyo Group dan UKM Elok Mekar Sari
                                                 Produk Frozen Food Elok Mekar Sari




    

Sosialisasi Cara Membuat Makanan yg Baik dan Halal

              Kelompok Tani Elok Mekar Sari diundang oleh Kelurahan Semolowaru untuk mengikuti Pelatihan Peningkatan Kemampuan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) di Kelurahan Semolowaru Surabaya dalam Pembuatan Makanan yang Baik dan Halal yang diselenggarakan oleh Program Pengabdian kepada Masyarakat, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya. Selain dari Kelompok Tani Elok Mekar Sari, turut hadir UKM se Kelurahan Semolowaru, pedagang di sentra PKL Semolowaru dan staf kantor Kelurahan Semolowaru juga Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kota Surabaya yang bertugas di Kecamatan Sukolilo. Sedangkan narasumber dari Universitas Airlangga, yaitu : Prof. Dr. Noor Erma Sugijanto, M.S., Apt, Prof. Dr. Sugijanto, M.S., Apt, Prof. Dr. Tutuk Budiati, M.S., Apt, Dr. Juni Ekowati, M.Si., Apt, Dr. Riesta Primaharinastiti, S.Si., M.Si., Apt, dan M. Faris Adrianto, S.Farm., M.farm., Apt.
              Materi pertama tentang Bahan Tambahan Makanan dan Penggunaannya yang disampaikan oleh Prof. Dr. Noor Erma Sugijanto, M.S., Apt. Beliau menjelaskan bahwa penggunaan Bahan Tambahan Pangan ( BTP ) dalam olahan makanan dan minuman diperbolehkan, asal sesuai takaran dan tidak tercemar bahan biologis, kimia juga benda lain. Fungsi BTP adalah pengawet, pemanis buatan, penyedap rasa dan lain - lain. Pemanis buatan digunakan untuk penderita diabetis dan orang dewasa, sedangkan untuk anak - anak tidak diperbolehkan. Bahan pengawet yang boleh digunakan : Benzoat, Asam Sorbat, Cuka, Nitrit dan Nitrat, Sulfit dan garamnya. Dan bahan pengawet yang dilarang : Formalin karena bahan pengawet mayat, Boraks yang biasa dipakai untuk mengenyalkan adonan kerupuk puli bisa diganti dengan Sodium Tri Poly Phosphat ( STPP ). Pengawet alami yaitu Garam dapur, Daun Beluntas. Lengkuas. Kunyit, dan lain -lain yang mudah didapatkan disekitar kita. Pewarna alami lebih aman dikonsumsi, namun warnanya kurang tahan lama hingga terkadang perlu pewarna tambahan dalam olahan makanan dan minuman agar warna lebih menarik dan pengolah makanan dan minuman harus memakai pewarna untuk makanan walaupun harganya relatif lebih mahal dibanding pewarna non makanan karena lebih aman. Penggunaan pewarna non makanan yang biasanya dipakai untuk cat dan tekstil bisa menyebabkan penyakit kanker.
              Materi kedua yaitu demo deteksi bahan - bahan yang tidak diijinkan pemakaiannya, misalnya mengetahui kandungan boraks dan formalin pada bakso dan mie basah yang disapaikan oleh Dr. Riesta Primaharinastiti,S.Si., M.Si., Apt. Cara sederhana bisa dengan menggunakan kertas tissue yang dimasukkan ke dalam larutan kurkumin ( kunyit serbuk ) kemudian kertas tissue tersebut masukkan ke dalam air rendaman bakso bila hasilnya positif mengandung boraks maka warna kertas kurkumin menjadi coklat tua.
               Materi ketiga tentang Pembuatan Makanan yang Halal dan Tata Cara Sertifikasi Halal Produk UKM oleh Prof. Dr. Sugijanto, M.S., Apt. Beliau seorang staf pengajar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya juga menjabat Direktur LPPOM MUI Jawa Timur. Untuk menghadapi ASEAN Economic Community ( AEC ) dan Era Perdagangan Bebas, maka perlu perlindungan konsumen muslim. Sebuah produk selain halal juga harus baik, yaitu berkualitas / bermutu baik, aman dan tidak tercemar, menyehatkan dan tak berlebihan. Jadi Motto 4 sehat 5 sempurna ditambah, yang ke - 6 halal dan ke - 7 thoyyib ( baik serta tidak berlebihan ). Dijelaskan juga tata cara sertifikasi halal dan sistem jaminan halal oleh MUI dan bagi UKM bisa difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya, Dinas Koperasi dan lain - lain. 
               Kelompok Tani Elok Mekar Sari beruntung bisa bertemu narasumber yang hebat - hebat dan sangat santun sekali juga materi yang sangat berguna bagi kami pengolah makanan dan minuman. Mereka mengungkapkan, sebelum hadir pada acara hari ini, beliau membuka dulu blog Kelompok Tani Elok Mekar Sari sehingga dapat mengetahui latar belakang peserta yang hadir hingga komunikasi mudah dijalin. Terima kasih Tim Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya karena banyak yang kami dapat hari ini dan yang terpenting kami bersemangat kembali untuk segera mengurus sertifikasi halal bagi produk kami !

         Peserta dari Kelompok Tani Elok Mekar Sari Sangat Serius Mengerjakan Pre Test
                                 Gotong Royong dalam Segala Suasana yang Penting Hepi
                          Acara Dibuka oleh Lurah Semolowaru yaitu Ibu Dra. Suwarti
Narasumber dari Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya
                     Bingkisan untuk Peserta yang Mengajukan Pertanyaan pada Narasumber
Tali Asih untuk Ibu Dra. Suwarti, Lurah Semolowaru
Kemesraan ini...



              

Senin, 07 September 2015

Bazar Produk Pertanian di Taman Surya Surabaya

             Kelompok Tani Elok Mekar Sari merasa berat dan sangat merasa bersalah sekali karena sebagai binaan dari Dinas Pertanian Kota Surabaya dari tahun 2011, sudah 2 kali tidak bisa mengikuti acara akbar dan prestisius yaitu perhelatan Gelar Produk Pertanian yang diadakan oleh Dinas Pertanian Kota Surabaya dan bertempat di Taman Surya Surabaya. Baru Gelar Produk Pertanian yang ketiga ini, Kelompok Tani Elok Mekar Sari bisa ikut meramaikan bazar tersebut. Pada bazar pertanian pertama yang dibuka oleh Walikota Surabaya, Bu Tri Rismaharini yang bertepatan dengan Bulan Ramadan, kami tak bisa ikut karena kami juga menggelar Bazar Ramadan sepanjang Bulan Ramadan di lingkungan tempat tinggal kami di Semolowaru Elok dan bazar pertanian kedua pada bulan Agustus, kami ada jadwal melatih olahan jamur tiram di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Jawa Timur. Ternyata acara ini bisa menyedot perhatian warga Surabaya untuk melihat sekaligus belanja produk -produk pertanian unggulan dari UKM binaan Dinas Pertanian Kota Surabaya. Usai mengikuti senam pagi dan jalan sehat disekitar Taman Surya, masyarakat langsung menyerbu stan - stan kelompok tani karena berbagai produk pertanian, perikanan dan peternakan dipamerkan dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau sekali dan fresh, apalagi pengunjung bisa menggali ilmu langsung pada petani ataupun UKM yang membuat produk olahannya. Pokoknya acara ini sangat memanjakan warga kota Surabaya yang rata -rata mempunyai lahan terbatas namun ingin menyalurkan hobby untuk berkebun dan beternak juga dapat mengetahui pertanian apa saja yang bisa dikembangkan di kota sepanas Surabaya.
             Stan Kelompok Tani Elok Mekar Sari dengan nomor meja 19 menampilkan seluruh potensi yang dimiliki kelompok, yaitu hasil budidaya jamur tiram : jamur tiram segar, baglog jamur yang sedang mekar dan hasil olahannya : jamur krispi, sate jamur dan botok jamur dan budidaya lele dengan nugget lelenya serta budidaya jangkrik dengan peyek jangkrik, serundeng jangkrik dan jangkrik krispi. Produk lain yang juga laris diserbu pembeli adalah nasi ayam bakar, pepes, keripik pisang dan minuman rumput laut. Stan kami diserbu pengunjung karena beragam tampilan hingga menarik mereka untuk membeli produk segar juga olahan dengan harga yang sangat terjangkau bahkan kami harus melayani pertanyaan pengunjung seputar budidaya kami. Selain banyak yang tertarik dengan baglog jamur yang mekar menggemaskan juga pengunjung bisa icip - icip gratis jangkrik krispi, camilan ekstrem yang renyah dan gurih nan menggoda untuk dicoba hingga anak - anak sampai kakek nenek mencobanya kemudian membeli produknya hingga ludes dan yang belum kebagian jangkrik krispi yang sudah dikemas, kami sarankan membeli di Sentra UKM di MERR. Komentar pengunjung saat melihat jangkrik krispi adalah sekarang gak usah jauh - jauh ke Thailand untuk mencari produk olahan ekstrem, karena di Surabaya sudah ada olahan jangkrik yang sangat menantang adrenalin saat mencobanya.
            Senangnya melihat antusiasme pengunjung terhadap kiprah Kelompok Tani Elok Mekar Sari apalagi pada bazar kali ini dengan bangga kami bisa mengajak dan mengenalkan salah seorang peserta pelatihan olahan jamur yang tahun lalu kami latih yaitu Mas Sumitro yang merupakan warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly dan sekarang sudah bisa menjual produk dari hasil pelatihannya yaitu sate jamur, jamur krispi dan botok jamur dan sudah punya pasar juga penggemar sendiri. Tujuan saya ajak ikut bazar pertanian adalah untuk menambah pengalamannya dalam mengikuti bazar dan untuk mengenalkan kepada seluruh elemen di Dinas Pertanian Kota Surabaya, bahwa pelatihan olahan jamur yang difasilitasi Dinas Pertanian Kota Surabaya untuk warga yang terdampak penutupan lokalisasi Dolly di Kelurahan Putat Jaya sudah kelihatan hasilnya. Bak gayung bersambut, ketika bertemu Bapak Ir. Djoestamadji yaitu Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya, beliau berjanji untuk mengupayakan pada bazar pertanian bulan depan, Mas Mitro akan mendapatkan meja sendiri dan tak bergabung dengan meja Kelompok Tani Elok Mekar Sari lagi. Terima kasih Dinas Pertanian Kota Surabaya atas segala pembinaan dan fasilitas yang telah diberikan pada kami !

Kesibukan di Stan Kelompok Tani Elok Mekar Sari
Mas Mitro, Salah Seorang Warga Terdampak Penutupun Lokalisasi Dolly yang Pernah Mengikuti Pelatihan Olahan Jamur dari Kelompok Tani Elok Mekar Sari dan Sekarang Sudah Berjualan Sate Jamur, Jamur Krispi dan Botok Jamur
Pengunjung Begitu Hepi dan Homy di Stan Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang Selalu Heboh 
Saatnya Pulang dan Kembali Bulan Depan.....